BPJS Kesehatan

DPRD Surabaya Panggil Pejabat BPJS Kesehatan Terkait Pelayanan Buruk

Walaupun ada pasien yang lupa tidak membawa kartu BPJS, seharusnya mereka tetap dilayani sesuai haknya. Bukan justru dibiarkan!

rorry nurmawati
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Kota Surabaya, M Cucu Zakaria (kanan) saat dengar pendapat di ruang Komisi D DPRD Kota Surabaya, Selasa (25/10/2016). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya mengeluhkan pelayanan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Surabaya.

Pasalnya, banyak warga Surabaya yang mengadu ke DPRD terkait pelayanan rumah sakit terhadap pasien BPJS Kesehatan. Seperti, banyaknya pasien yang ditolak pihak rumah sakit.

Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Agustin Poliana, mengatakan, ada tiga aduan yang kerap diterima DPRD Kota.

Mulai dari pelayanan, obat dan prosedur administrasi. Selain itu juga ada rumah sakit yang masih menerapkan pembatasan kamar atau jumlah pasien.

Oleh karena itu, sebagai badan yang dilindungi undang-undang, sudah seharusnya tidak ada lagi kejadian seperti itu.

"Walaupun ada pasien yang lupa tidak membawa kartu BPJS, seharusnya mereka tetap dilayani sesuai haknya. Bukan justru dibiarkan karena mereka ini mempunyai hak yang sama seperti pasien pada umumnya," Agustina, Selasa (25/10/2016).

Masih kata Agustina, banyak kasus pasien meninggal dunia lantaran tidak kunjung dilayani pihak rumah sakit.

Padahal pasien ini sudah bersusah payah membayar premi. Lebih ekstremnya lagi, kamar masih kosong tapi disebut penuh dengan tujuan dapat diisi pasien umum yang bayar langsung.

"Ini harus dievaluasi secara total. Kami ingin BPJS cerita apa adanya. Jangan hanya yang baik-baik saja yang dilaporkan ke kami," tegas Agustin.

Selain itu, sebagian obat yang diberikan kepada pasien kualitasnya sangat rendah. Selain itu, rekomendasi obat yang diberikan rumah sakit juga tidak dipenuhi. Misalnya resep untuk satu bulan oleh bagian obat biasanya hanya diberikan setengahnya.

Halaman
12
Penulis: Rorry Nurwawati
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved