Berita Magetan

Sadis, Bayi Ini Dibekap Orang Tuanya di Atas Motor Hingga Tewas, Ini Alasannya

Sebelum dibunuh, dengan cara dibekap hidungnya, bayi yang baru dilahirkan itu akan diberikan kepada temannya warga Tawang, Kecamatan/Kabupaten Magetan

Sadis, Bayi Ini Dibekap Orang Tuanya di Atas Motor Hingga Tewas, Ini Alasannya
Surya/Doni Prasetyo
Suasana pembongkaran jenazah bayi yang dibunuh kedua orangtuanya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jumat (21/10) 

 SURYA.co.id | MAGETAN - Hasil pemeriksaan Polisi Resor Magetan, motif pembunuhan bayi berjenis kelamin perempuan yang baru dilahirkan, dilakukan kedua orangtua kandungnya sendiri yakni Arik dan Suprapti.

Pelaku adalah warga Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, karena masalah ekonomi.
Diduga dibunuh setelah ditawarkan kepada teman-temannya, namun temannya banyak yang menolaknya.

"Dari keterangan kedua orang tua bayi, Arik dan Suprapti, yang sudah ditetapkan Polisi sebagai tersangka. Sebelum dibunuh, dengan cara dibekap hidungnya, bayi yang baru dilahirkan itu akan diberikan kepada temannya warga Tawang, Kecamatan/Kabupaten Magetan,"kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Magetan AKP Partono kepada Surya, Jumat (21/10/2016).

Tapi karena, tambah AKP Partono, temannya yang berdomisili di Desa Tawang itu sudah terlebih dahulu mendapat bayi, anak berjenis kelamin perempuan dari pasangan Arik dan Suprapti yang baru semalam dilahirkan ditolak.

"Teman pasangan Arik dan Suprapti yang mau "diberi" anak itu ternyata sudah mengambil anak dari orang lain. Maka anak Suprapti dan Arik ditolak. Ditolak itu dalam perjalanan dari Tawang, Magetan ke rumahnya di Desa Plangkrongan, Poncol, keduanya merencanakan pembunuhan itu,"jelas AKP Partono.

Dikatakan AKP Partono, pembunuhan itu dilakukan kedua tersangka dengan cara menutup lubang hidung anak yang baru berumur sehari itu sampai bayi itu lemas dan tidak bernafas lagi.

"Pembunuhan itu dilakukan diatas sepeda motor dari perjalanan Desa Tawang, Magetan hingga Desa Plangkrongan, Poncol, Magetan. Setelah bayi meninggal, sampai di kebun orangtua Suprapti, masuk Desa Plangkrongan jenazah bayi itu dikuburkan,"kata Kasat Reskrim Partono

Ketua Tim forensik dari RS Bhayangkara Kediri dr Tutik Purwati, belum bisa memberikan keterangan secara detail penyebab kematian bayi yang baru dilahirkan Suprapti itu.

"Kami melakukan pemeriksaan luar dan dalam, dan nantinya masih akan kami bawa ke laboratorium. Tapi memang tanda tanda kehabisan nafas, yang menyebabkan kematian pada bayi itu ada,"kata dokter Tutik Purwati singkat kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dugaan pembunuhan bayi perempuan dari pasangan Suprapti dan Arik warga Desa Plangkrongan, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, yang kemudian disepakati warga setempat dengan nama Siti Rahimah itu menggegerkan desa di lereng Gunung Lawu.

Kasus pembunuhan bayi Siti Rahimah itu terungkap setelah orangtua Suprapti, ibu bayi malang itu menanyakan kondisi perut Suprapti yang sudah mengempis itu.

Alangkah kagetnya menerima jawaban Suprapti kalau anak yang dikandungnya sudah dikubur di kebun, karena sudah meninggal.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved