Musim Haji 2016

Hanya Rp 1,2 M yang Boleh Dibawa Pulang Jemaah Asal Gresik

“Sedangkan 80 persen uang dikembalikan ke donator yang ada di Arab Saudi,” kata dia kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Kamis (6/10/2016).

SURYA.co.id | GRESIK - Kementrian Agama (Kemenag) Gresik terus memantau perkembangan tiga Jemaah haji asal Gresik yang tertahan di Madinah gara-gara ketahuan membawa uang Rp 6,2 miliar.

Perkembangan terbaru, diketahui bahwa tidak semua uang boleh dibawa pulang.

Munir, Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Gresik menyampaikan bahwa tiga jemaah haji itu hanya diperbolehkan membawa 20 persen dari total uang yang dibawanya.

“Sedangkan 80 persen uang dikembalikan ke donator yang ada di Arab Saudi,” kata dia kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Kamis (6/10/2016).

Tiga jemaah haji yang tertahan di Arab Saudi itu adalah Ansharul Adhim Abdullah (47) dan istrinya Sri Wahyuni (36), asal Desa Tebaloan, Kecamatan Duduksampean, Gresik; serta Rochmat Kanapi Podo (58), warga Dusun Betiring, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.

Ketiganya ketahuan membawa uang sekitar Rp 6,2 miliar yang terdiri dari 50.000 dolar AS, 378.000 euro, dan 17.000 riyal Arab Saudi.

Ini melanggar ketentuan pihak imigrasi Arab Saudi yang membatasi uang bawaan jemaah haji sebanyak 60.000 riyal.

Jika yang diperbolehkan dibawa pulang hanya 20 persen, berarti ada sekitar 1,2 miliar uang dari donator di Arab Saudi untuk keperluan pembangunan masjid, yayasan dan panti asuhan yang bisa dibawa pulang ke Indonesia oleh Ansharul Adhim Abdullah.

“Sebanyak 20 persen yang boleh dibawa pulang itu bukan termasuk uang yang ikut terbawa pesawat dan sudah sampai ke Surabaya. Hanya uang yang diamankan petugas di Bandara Amir Mahmud bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah,” sambungnya.

Ya, ketika tiga Jemaah asal Gresik itu dicegat petugas di Bandara Madinah, ada lima koper mereka yang bercampur dengan koper Jemaah lain di kloter 39 Debarkasi Surabaya.

Halaman
123
Penulis: M Taufik
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved