Liputan Khusus Dana Desa
Iskandar Saharudin : Waspadai Copy Paste Laporan Penggunaan Dana Desa
Kalau pendampingnya pintar, hal itu tidak masalah. Yang jadi masalah kalau kemampuan pendampingnya juga pas-pasan.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
Kalau pendampingnya pintar, hal itu tidak masalah. Yang jadi masalah kalau kemampuan pendampingnya juga pas-pasan.
Akhirnya yang terjadi pendamping juga mencari cara mudah dalam membuat perencanaan dan laporan.
Yakni dengan cara copy paste perencanaan dan laporan di desa lain. Pendamping tinggal mengganti nama desa di perencanaan dan laporan.
Pemberian dana desa sendiri belum memberi manfaat yang signifikan ke warga.
Penggunaan dana desa juga terkesan monoton. Penggunaan dana desa lebih banyak untuk kegiatan fisik yang tidak begitu dibutuhkan warga.
Misalnya, pembangunan selokan. Padahal, di desa fungsi selokan belum sangat penting. Di desa masih banyak lahan kosong sebagai serapan air.
Seharusnya, pemberian dana desa disesuaikan luas desa dan kebutuhan desa, tidak disamaratakan. Besaran dana bantuan berdasarkan hasil musyawarah desa (Musdes).
Hasil Musdes itu diusulkan ke pemerintah kabupaten dan diteruskan ke kementerian. Pemberian dana desa model bottom up bukan top down.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-bisnis-uang-ilustrasi_20160412_104856.jpg)