Liputan Khusus SMK Mini
DPRD Jatim : Kalau Ada Penyelewengan Progam SMK Mini Harus Dibuktikan dan Diusut
Menurutnya, fungsi pengawasan melekat pada setiap anggota dewan tanpa harus melihat latar belakang komisinya.
Penulis: Benni Indo | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Suli Da’im menilai program SMK Mini yang diinisiasi Gubernur Jatim Soekarwo sudah bagus.
Perlu dukungan dari segala sektor untuk mengantarkan tujuan program ini.
“Semangat pemerintah mendirikan SMK Mini adalah agar lulusannya bisa bersaing dengan tenaga dari luar negeri. Itu sebabnya, program ini kami support,” tegas Suli.
Namun, Suli juga tidak mengelak jika ada anggapan penerapan program ini perlu pembenahan.
Menurut politisi Fraksi PAN itu, setiap program yang dijalankan pemerintah terkadang ada yang sesuai dan tidak.
“Tapi secara menyeluruh, kan program ini berjalan dengan baik,” urainya.
Setelah dewan menyetujui anggaran untuk SMK Mini, Suli berpesan agar dana yang disalurkan berdampak optimal.
Suli mengaku pernah mendengar adanya penyelewengan program ini.
Ia lantas mendesak agar pemberi informasi menunjukkan bukti-bukti penyelewengan itu.
Namun, hingga saat ini, Suli mengaku belum menerima laporan bukti-bukti penyelewengan program.
“Segala bentuk penyimpangan harus dibuktikan, harus diusut. Kalau kemudian ditemukan, biar penegak hukum yang menindak,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Jatim, Muhammad Fawaid mengatakan, ia menemukan adanya penyelewengan program SMK Mini di Kabupaten Jember.
Politisi yang terpilih dari daerah pemilihan Jember dan Lumajang itu menemukan ada SMK Mini yang berdiri tidak di pesantren maupun di lingkungan pesantren.
“Maka saya katakan SMK Mini itu abal-abal,” katanya. Fawaid mengaku telah melaporkan temuan itu kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Senada dengan Suli, Fawaid menilai program SMK Mini bagus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-lapsus-smk-mini_20160224_083449.jpg)