TOPIK
Liputan Khusus SMK Mini
-
Program SMK Mini masih berkelanjutan. Selain mengembangkan usaha produk kopi kemasan, ia juga akan mengadakan pelatihan lagi.
-
Peserta pelatihan berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mendapat pelatihan gratis termasuk tempat pemondokan selama pelatihan.
-
Sertifikasi peserta program SMK Mini, tidak bisa disetarakan dengan Balai Latih Kerja (BLK) atau lembaga kursus kerja yang berkompeten.
-
Mereka ngelas satu per satu bagian bodi yang terlepas. Mereka juga mewarnai mobil jenis minibus ini dengan warna oranye.
-
Ada beberapa SMK Mini yang menyalahgunakan dana bantuan untuk pembangunan gedung.
-
Menurutnya, fungsi pengawasan melekat pada setiap anggota dewan tanpa harus melihat latar belakang komisinya.
-
Perlu ada kurikulum dan orang-orang yang kompeten sebagai pendidik peserta SMK Mini.
-
Awalnya, ia membuat desain kemasan untuk baju batik terbuat dari bahan kardus. Modal itu ia gunakan untuk membeli kardus.
-
Pada 2015 lalu, Pemprov Jatim kembali membentuk 80 SMK Mini di beberapa daerah.
-
Anggaran yang seharusnya turun di awal 2014, baru cair Desember 2014. Akibatnya program SMK Mini terealisasi di awal 2015.
-
Sekolah harus berani membuat terobosan agar SMK Mini bisa menciptakan peluang usaha baru dan menyerap tenaga kerja
-
SMK Mini seharusnya berkelanjutan. Setelah program pelatihan selesai, diharapkan SMK Mini dapat membuat produk yang bisa dipasarkan.