Pilwali Batu

PDIP Mulai Petakan Politik Kota Batu Hadapi Pilwali 2017

DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Batu mulai lakukan pemetaan politik menjelang pelaksanaan Pilwali Batu yang serentak dengan daerah lain, Pebruari 2017.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Yuli
amru muiz
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Wito Argo 

SURYA.co.id | BATU - DPC PDI Perjuangan (PDIP) Kota Batu mulai lakukan pemetaan politik menjelang pelaksanaan Pilwali Batu yang serentak dengan daerah lain pada Pebruari 2017.

Hal itu sesuai dengan instruksi DPP PDIP sebagai acuan dan pertimbangan strategis menentukan keputusan partai.

Sekretaris DPC PDIP Kota Batu, Wito Argo, mengatakan, instruksi melakukan pemetaan politik saat ini sedang dijalankan DPC PDIP Kota Batu.

Rencananya, laporan pemetaan politik Kota Batu tersebut akan disampaikan ke DPP PDIP pada akhir bulan Februari 2016 ini.

"Kalaupun ada penundaan paling awal bulan Maret nanti laporan ke DPP soal peta politik sudah kami kirimkan," kata Wito Argo, Senin (8/2/2016).

Sedangkan untuk nama Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Batu, menurut Wito Argo, kemungkinan baru pada bulan Juli atau Agustus 2016.

Saat itu, pendaftaran pasangan calon telah dibuka KPU Kota Batu. Hal itu seiring dengan waktu yang dibutuhkan untuk proses dan tahapan penjaringan yang dilakukan oleh DPC PDIP hingga dikeluarkannya rekomendasi DPP PDIP.

Untuk calon yang bakal diusung, menurut Wito Argo, akan diutamakan kader internal PDIP sendiri. Ini dikarenakan banyak nama kader PDIP Kota Batu yang dinilai memiliki elektabilitas cukup tinggi untuk memenangkan pertarungan dalam Pilkada serentak Kota Batu.

Di antaranya Dewanti Rumpoko, Punjul Santoso, Suliadi, dan sebagainya. Mereka dinilai memiliki tingkat keterpilihan yang cukup tinggi di Kota Batu.

"Itulah mengapa kami tidak akan sulit menentukan nama calon yang akan diusung, dan semuanya harus lolos dari tahapan penjaringan di tingkat bawah sebagai faktor penentu," ucap Wito Argo.

Sedangkan untuk koalisi, ungkap Wito Argo, PDIP akan membuka diri untuk parpol lain ikut bergabung dalam mengusung pasangan calon kepala daerah Kota Batu.

Hanya, untuk posisi calon Wali Kota Batu harus dari PDIP dan untuk posisi calon Wakil Wali Kota Batu bisa saja dari parpol koalisi.

"Tapi semua keputusan pasangan calon yang diusung PDIP tergantung keputusan DPP, termasuk menentukan koalisi parpol. Kalaupun DPP menentukan tidak berkoalisi maka akan diusung pasangan calon sendiri. Ini dikarenakan PDIP sudah memenuhi persyaratan lima kursi DPRD sehingga bisa maju tanpa koalisi," ujar Wito Argo.

Sementara salah satu pengurus DPC PDIP Kota Batu, Simon menambahkan, dalam proses penjaringan setiap cabang ranting PDIP diminta mengusulkan tiga nama calon kepala daerah.

Dari tiga nama tersebut tanpa ada posisi sebagai Cawali atau Cawawali. Ini dikarenakan semua nama hasil penjaringan akan diusulkan ke DPP PDIP yang balal menentukan siapa Cawali dan siapa Cawawali yang direkom maju dalam Pemilukada serentak Kota Batu.

"Jadi sekarang ini tiap anak cabang ranting sudah mulai menentukan siapa nama-nama calon yang diusulkan," tutur Simon. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved