Lapsus Gagal Ginjal
Gara-gara Sering Jajan di Sekolah, Rizky Kena Gagal Ginjal dan Harus Cuci Darah
Berdasar catatan RSUD Dr Soetomo Surabaya, 5 tahun terakhir, pasien cuci darah dari kalangan anak-anak meningkat. Rata-rata berusia 10-12 tahun.
Penanganan penyakit ginjal akut dan kronik juga ada dua macam. Yakni melalui haemodialisa atau cuci darah dan Continues Ambulatory Peritoneum Dialysis (CPAD) atau lebih dikenal cuci perut.
Untuk pasien ginjal anak, ia lebih menyarankan menggunakan penanganan dengan sistem cuci perut. Sebab, bisa dilakukan sendiri oleh orangtua di rumah.
Pasien hanya menjalani operasi sekali untuk memasang alat sebagai pemompa darah di dalam perut.
Dalam 15 tahun terakhir, RSUD Dr Soetomo menangani sekitar 80 pasien anak yang terkena penyakit ginjal. Dari total itu, sekitar 59 pasien ditangani menggunakan sistem cuci darah. Sedangkan, sisanya, sudah ditangani dengan sistem cuci perut.
"Empat pasien yang sekarang dirawat juga akan menggunakan sistem cuci perut. Sekarang masih menunggu jadwal operasi. Selama menunggu jadwal operasi, mereka menjalani cuci darah menggunakan mesin," katanya. (Ben/sha)
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-jajan-berbahaya_20160201_141446.jpg)