Minggu, 3 Mei 2026

Lapsus Gagal Ginjal

Gara-gara Sering Jajan di Sekolah, Rizky Kena Gagal Ginjal dan Harus Cuci Darah

Berdasar catatan RSUD Dr Soetomo Surabaya, 5 tahun terakhir, pasien cuci darah dari kalangan anak-anak meningkat. Rata-rata berusia 10-12 tahun.

Tayang:
Editor: Rahadian Bagus Priambodo
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Sejumlah anak melihat-lihat contoh makanan yang mengandung bahan berbahaya pada acara Roadshow Kampanye Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) bertema Sehatnya Duniaku, Menuju Generasi Emas yang Sehat dan Berkualitas di SDN Karang Pawulang, Jalan Karawitan, Kota Bandung, Kamis (14/3/2013). Kampanye PJAS 2013 yang diselenggarakan Badan POM RI ini diisi dengan kegiatan edukasi memilih jajanan sehat kepada para siswa dalam bentuk pemutaran film, penyuluhan edukasi kepada para pedagang jajanan anak yang ada di lingkungan sekolah, dan uji laboratorium terhadap jajanan yang dijual di sekitar sekolah. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Penanganan penyakit ginjal akut dan kronik juga ada dua macam. Yakni melalui haemodialisa atau cuci darah dan Continues Ambulatory Peritoneum Dialysis (CPAD) atau lebih dikenal cuci perut.

Untuk pasien ginjal anak, ia lebih menyarankan menggunakan penanganan dengan sistem cuci perut. Sebab, bisa dilakukan sendiri oleh orangtua di rumah.

Pasien hanya menjalani operasi sekali untuk memasang alat sebagai pemompa darah di dalam perut.

Dalam 15 tahun terakhir, RSUD Dr Soetomo menangani sekitar 80 pasien anak yang terkena penyakit ginjal. Dari total itu, sekitar 59 pasien ditangani menggunakan sistem cuci darah. Sedangkan, sisanya, sudah ditangani dengan sistem cuci perut.

"Empat pasien yang sekarang dirawat juga akan menggunakan sistem cuci perut. Sekarang masih menunggu jadwal operasi. Selama menunggu jadwal operasi, mereka menjalani cuci darah menggunakan mesin," katanya. (Ben/sha)

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved