Minggu, 3 Mei 2026

Pilwali Surabaya 2015

Whisnu Dekati Ibu-ibu Pelaku Ekonomi Kerakyatan

"Saya ingin mempelajari sistem perkoperasian. Saya harus ngangsu kaweruh bagaimana pengelolaan koperasi bisa dilakukan dalam pengelolaan UMKM."

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya/ahmad zaimul haq
Cawawali Surabaya Whisnu Sakti Buana saat mengunjungi Koperasi Setia Bahkti Wanita Surabaya, Senin (19/10/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pasangan Risma-Whisnu terus mendekati komunitas warga. Kini giliran para pelaku ekonomi kerakyatan yang disambangi. Calon Wakil Wali Kota Whisnu Sakti Buana bahkan betah berjam-jam menemani ibu-ibu pelaku ekonomi kerakyatan di Koperasi Wanita (Kopwan) Setia Bhakti Jemur Andayani, Surabaya, Senin (19/10/2015).

"Saya ingin mempelajari sistem perkoperasian. Saya harus ngangsu kaweruh bagaimana pengelolaan koperasi bisa dilakukan dalam pengelolaan UMKM di Surabaya," ucap Whisnu.

Cawawali yang juga Ketua DPC PDIP Surabaya ini didampingi Ketua I Kopwan Setia Bhakti, Indri Soeryani, dan Koordinator Pengawas Koperasi, Yusi Erni Wulan.
Whisnu bertemu dengan seluruh pengurus dan anggota dari Kopwan yang telah berdiri sejak 37 tahun silam itu. Saat ini, anggota kopwan ini sekitar 13.000 orang.

WS, sapaan akrab Whisnu, mengatakan bahwa bidang UMKM Surabaya sudah beragam. Mereka berkembang dengan sistem kerakyatan yang tahan banting.

"Masalah utama para pelaku ekonomi kerakyatan tidak jauh dari permodalan. Pengelolaan modal dan kredit menjadi masalah yang kerap ditemukan. Ini harus menjadi perhatian kami," kata WS.

Saat ini di Surabaya telah berkembang pelaku UMKM yang berbasis perkampungan, seperti Kampung Lontong, Kampung Dinamo, sampai Kampung Batik.
Kampung-kampung itu adalah wilayah-wilayah sentra produksi UMKM berbasis kerakyatan.

Selama ini sudah berjalan, namun skalanya masih rumah tangga. Dengan model pengelolaan UMKM sebagaimana koperasi, dia berharap pengelolaan UMKM bisa lebih efektif.

“Pengelolaan usaha secara koperasi terbukti mampu bertahan di tengah terpaan badai krisis," tambah WS.

Koordinator Pengawas Koperasi Yusi Erni Wulan menyambut positif upaya yang dilakukan Whisnu. Menurut dia pengelolaan seperti di koperasi bisa dilakukan untuk UMKM di Surabaya.

Sedang Calon Wali Kota Tri Rismaharini kemarin tak berkampanye. Namun ia dipercaya sebagai panelis di Asia Pacific Urban Forum (APUF) di Fairmont Hotel, Jakarta.

Sebuah kegitan yang diselenggarakan UN-ESCAP (United Nation Economic Social Commission for Asia Pacific) dan Kementerian PU & Pera.

Sebagai panelis, Risma mengangkat, "International Guidelines on Urban and Territorial Planning: Toward a Compedium of Inspiring Practices".

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved