Pilbup Sidoarjo
Panwaskab Pertanyakan Ciri-ciri APK Asli
Ulul mengaku hingga saat ini KPUD belum menjelaskan kepada Panwaskab terkait ciri-ciri APK buatan rekanan KPUD.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SIDOARJO - Maraknya alat peraga kampanye (APK) liar, mendapat perhatian dari Panitia Pengawas Kabupaten (Panwaskab) Sidoarjo.
Panwaskab menilai, maraknya APK liar ini lantaran minimnya kesadaran tim pasangan calon (paslon) kontestan pemilihan bupati dan wakil bupati.
"Tak henti-hentinya saya mengajak paslon dan timnya ini fair. Jangan ngawur karena APK liar ini jelas menggangu stabilitas Sidoarjo," kritik Ketua Panwaskab Ulul Azmi, Selasa (22/9/2015).
Dia menyayangkan, ulah tim paslon yang nekat menggandakan APK bikinan KPUD.
Diungkapkan Ulul, mulai hari ini dia menginstruksikan seluruh stafnya sampai di tingkat kecamatan dan desa untuk memantau lokasi, jumlah dan jenis APK yang dipasang KPUD.
Bila ada APK di luar yang dilaporkan KPUD, Ulul memastikan itu liar dan harus diturunkan.
Hanya saja, Ulul mengaku hingga saat ini KPUD belum menjelaskan kepada Panwaskab terkait ciri-ciri APK buatan rekanan KPUD.
Dia hanya tahu, setiap APK asli ada simbol KPUD-nya. Namun, temuan di lapangan menunjukkan APK liar pun diberi logo yang sama.
"Saya pikir kalau sekedar logo KPUD diklaim sebagai penanda, ya tidaklah. Tim (paslon) itu lebih pintar. Pasti ngasih logo yang sama bisa. Kita butuh penanda yang lebih konkret agar kami di lapangan bisa mengidentifikasi mana yang asli dan liar," kata Ulul.
Dikatakannya, Panwaskab sudah mendapatkan peta titik APK dan hari ini mengecek kondisi di lapangan.
Dia menjelaskan, Panwaskab bukan tidak percaya dengan kinerja KPUD terkait pemasangan APK. Ulul juga tidka mau dicap terlalu percaya ketika tidak melakukan pengecekan langsung di lapangan.
"Kami menjalankan fungsi yaitu memastikan apakah APK dipasang sesuai jumlah dan lokasinya. Termasuk mana APK yang asli dan liar. Dari laporan yang saya terima, masih ada APK yang dipasang di tempat terlarang misalnya pagar makam," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Tim monitoring dan pengawasan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sidoarjo menemukan alat peraga kampanye (APK) liar pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati.
Peraga kampanye ini dibuat sangat mirip dengan bikinan resmi dari rekanan KPUD.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2209kampanye-sidoarjo2_20150922_100708.jpg)