Jumat, 24 April 2026

Pilbup Kabupaten Malang 2015

Nurcholis Senang Menjadi Kuda Hitam

Kalau nama Nurcholis mungkin orang sudah diketahui warga, tapi wajahnya bagaimana, banyak yang kurang tahu.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA.CO.ID | MALANG - Paslon Perseorangan Pilbup Malang 2015, Nurcholis-Mufidz yang sempat disebut calon boneka dari incumbent agar ada musuhnya, mengaku senang mendapat julukan Kuda Hitam.

"Di masyarakat sempat dibilang Kuda Hitam. Biar saja. Saya buktikan saya serius," ungkap Cholis ketika ditemui di poskonya di Jl Panglima Sudirman Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (29/8/2015).

Ia menggandeng Mufidz yang akrab dipanggil Mamak, karena dia adalah temannya di organisasi kepemudaan KNPI. "Sama Mamak itu sudah teman dekat," katanya.

Nurcholis yang tinggal di Turen, Kabupaten Malang itu selama ini dikenal orang Golkar Turen, PK (Pengurus Kecamatan) Partai Golkar Turen. Namun karena beraksi di non parpol, maka ia harus berjuang tanpa embel-embel partai sebab Partai Golkar sudah identik Rendra Kresna, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Malang.

"Ya masih banyak yang bisa digarap. Andalan saya ya menggarap generasi muda atau pemilih pemula," kata Ketua Harian Pertina Kabupaten Malang ini.

Katanya, dirinya memasuki potensi besar pada komunitas anak muda, seperti Honda C70, Vespa, musik dll. Komunitas-komunitas ini didekati dengan harapan akan getok tular pada keluarga mereka.

Peta politik dua Paslon, ujar Nurcholis, sudah diketahui sehingga yang belum disasar, bisa digarapnya. "Simpatisan-simpatisan lainnya juga banyak dan bisa dirangkul," kata menegaskan.

Begitu luasnya wilayah Kabupaten Malang, maka ia harus rajin menyambangi konstituen. Setidaknya saat verifikasi faktual lalu, masyarakat sudah tahu namanya. "Tapi ada kendala juga. Ada yang tidak tahu orangnya bagaimana, ha..ha. Ini saya alami sendiri," jawabnya disambung tawa.

Kalau nama Nurcholis mungkin orang sudah diketahui warga, tapi wajahnya bagaimana, banyak yang kurang tahu. Alasannya memang ia kurang sosialisasi wajah sehingga andalannya adalah menunggu alat promosi yang dibuatkan KPU untuk sosialisasi Paslon yang didanai ABPD.

Sementara untuk program andalan, ia sudah menyiapkan rencana, diantaranya soal perhatian ke sekolah swasta. "Kalau sekolah negeri kan sudah dapat banyak support dari APBD, APBN," kata pria kelahiran 20 Mei 1965 itu.

Dalam Pilbup Malang nanti, ia menargetkan 30 persen perolehan suara. Jumlah pemilih di Kabupaten Malang sekitar 1,9 juta. "Saya targetnya realistis saja. 30 persen saja," ungkapnya.

Tentang dua Paslon lainnya, ia tidak mau sesumbar bisa menghadang mereka. "Biarkan masyarakat Kabupaten Malang memilih. Ini lho ada tiga Paslon. Terserah mereka memilih yang mana," ungkapnya.

Katanya, ia tidak mungkin menyerang kedua Paslon itu karena mereka mendapat dukungan parpol dan uang. "Saya golek simpati masyarakat saja. Masih ada yang bisa digarap," yakinnya.

Menurutnya, respons masyarakat pada Paslon perseorangan juga ada yang positif karena dinilai ada netralitas partai, ungkap Penasehat Ketua Klub Vespa Belagu (Bersama Malam Minggu) itu.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved