Kamis, 9 April 2026

Pilbup Mojokerto

Ketika 3 Pasangan Calon di Mojokerto Menafsirkan Nomor Urut

Para pendukung tiga paslon yang hadir saling melontarkan yel-yel yang saling menunjukkan kekuatan. Klaim nomor urut pun pecah dari dua petahana yang b

Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yuli
anas miftakhudin
Pasangan calon (Paslon) Cabup-Cawabup Mojokerto saat menunjukkan nomor urut angka dalam kontes Pilkada di Hotel Sun Palace Trowulan, Mojokerto, Selasa (25/8/2015). 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Persaingan dua petahana dalam kontes Pilkada Mojokerto bakal memanas. Hal itu sudah terlihat saat pengundian nomor urut Pasangan Calon (Paslon) Bupati-Wakil Bupati Mojokerto dalam sidang pleno KPU di aula Hotel Sun Palace, Trowulan, (25/8/2015).

Para pendukung tiga paslon yang hadir saling melontarkan yel-yel yang saling menunjukkan kekuatan. Klaim nomor urut pun pecah dari dua petahana yang bertarung, yakni Mustofa Kamal Pasa (MKP) dan Choirunnisa yang kini masih menjadi bupati dan wakil bupati. 

"Nomor dua itu berarti memimpin untuk yang kedua kalinya," kata MKP.

Nomor urut dua diakui sudah sesuai dengan harapannya. "Saya maunya dapat nomor dua. Alhamdulilah dapat nokor dua," jelasnya.

Apa arti nomir dua?" tanya Surya. "Dua anak cukup," katanya dengan tertawa sembari mengacungkan dua jari.

Sementara, Cabup Choirunnisa dan tim pemenangannya juga melontarkan nada klaim yang sama. "Semoga nomor 1 merupakan tanda kemenangan dan nomor 1 sudah dikehendaki okeh Allah SWT," kata Nisa.

Ketua Tim Pemenangan Nisa, Heri Ermawan, mengatakan bocoran yang ia peroleh dari sebuah lembaga survei yang cukup beken merilis hasil survei terakhir terhadap Nisa.

"Alhamdulillah, hasil survei terakhir menunjukan keunggulan paslon Choirunnisa-Arifudinsjah yakni 70 persen. Kantong pemilih merata dihampir seluruh kecamatan. Namun kami unggul terbanyak di utara sungai (Brantas)," paparnya.
Karenanya, ia bertekad mempertahankan keunggulan ini sampai hari H.

Nisa adalah istri Ketua PCNU, sedangkan Muslimat NU juga akan mendukung penuh serta mengefektifkan relawan-relawan untuk menggarap basis.

Paslon nomor urut 3 menjadi penyejuk dalam sidang pleno ini. Paslon Misnan Gatot-Rahma Sofiana kerap melontarkan jok-jok segar. Namun karenanya, ia harus menerima gojlokan dari pendukungnya. "Nomer 3 itu metal," katanya.

Undian nomor urut paslon dijaga ketat aparat kepolisian dari Polres Mojokerto, Satbrimobda Polda Jatim, Kodim 0815, Korem Mojokerto. Langkah yang dilakukan aparat untuk menjaga hal-hal tak diinginkan. Mengingat dalam pilkada tahun lalu terjadi kekacauan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto, Ayuhanafiq, mengatakan waktu kampanye paslon cukup panjanv yakni tiga bulan.

"Waktu kampanye tiga bulan. Mulai tanggal 27 September-27 Nopember," katanya.

Waktu yang panjang ini membuat setiap calon memiliki waktu yang efektif kampanye satu bulan. "Di sela-sela itu, kami memberi waktu kampanye inti yakni 14 hari. Selama kurun waktu dua minggu akan digunakan untuk mengelar pelaksanaan debat kandidat. Setiap paslon mendapat jatah debat 1 kali antar wabup dan 1 kali cabup dan terakhir debat pasangan," terangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved