Pilkada Kabupaten Malang 2015
Minim Partisipasi Lembaga Pemantau dan Survei
Verifikasi ke PDIP yang mengusung duo srikandi, Dewanti Ruparin Duah dan Masrifah Hadi, termasuk ke SMAN 1 Jakarta tempat Dewanti mendapatkan ijazah
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | MALANG - KPU Kabupaten Malang masih membuka pendaftaran untuk lembaga pemantau dan lembaga survei Pilbup Malang karena baru satu lembaga pemantau yang terdaftar di KPU.
"Masih satu lembaga pemantau yaitu Forum Independen Masyarakat Malang (FIMM) yang terdaftar di KPU," ungkap Sofie Rahma Dewi, Komisioner KPU Kabupaten Malang kepada SURYA.CO.ID, Minggu (9/8/2015).
Menurut Sofie, untuk lembaga pemantau dalam negeri cukup mendapat akreditasi dari KPU daerah, jika dari luar negeri, pemberi akreditasnya adalah KPU RI. Sedang lembaga survei masih belum ada yang mendaftar sama sekali meski sudah pernah ada lembaga survei melakukan kegiatan dan disampaikan ke media massa.
"Pendaftaran untuk dua kegiatan itu masih terbuka sampai November 2015. Bagi kami, adanya lembaga pemantau atau survei adalah bentuk partisipasi masyarakat pada kegiatan pilbup Malang," ungkap wanita berhijab ini.
Senin (10/8/2015) sampai 13 Agustus 2015, Panwaslih Kabupaten Malang akan melakukan verifikasi faktual ke parpol-parpol yang memberikan rekomendasi ke pasangan calon.
Untuk paslon Rendra Kresna-Sanusi, Panwaslih akan ke lima parpol, yakni Partai Nasdem, PKB, Partai Gerindra, Partai Demokrat, Partai Golkar versi Agung Laksono (Ancol) dan Aburizal Bakrie (Bali).
Selain itu juga ke PDIP yang mengusung duo srikandi, Dewanti Ruparin Duah dan Masrifah Hadi, termasuk ke SMAN 1 Jakarta tempat Dewanti mendapatkan ijazah SMAN.
"Kami hanya mengecek apakah benar parpol yang mengusung memberikan rekomendasi kepada dua paslon itu dan ke SMAN untuk mengecek apakah Bu Dewanti pernah bersekolah di sana," pungkas George da Silva.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA