Pilbup Sidoarjo
Tak Boleh Masuk Ruang Tes Kesehatan, Panwaskab Tuding Tak Transparan
Rosul dan empat stafnya hanya tolah-toleh karena dilarang masuk ke ruang tes kesehatan.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SIDOARJO - Komisioner Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab), Rosul menuding tes kesehatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2015-2020, tidak transparan.
Rosul dilarang melihat langsung proses general check up.
"Kenapa prosesnya kok tertutup seperti ini? Saya protes!" ujarnya dengan nada tinggi ketika ditemui di RSUD Sidoarjo, Rabu (29/7/2015).
Saking geramnya, Rosul menarik empat stafnya. Padahal, sejak pagi mereka telah bersiap mengawasi.
Rosul dan stafnya tidak diizinkan melihat pemeriksaan kesehatan secara langsung.
Rosul mengatakan, tugasnya hanya ingin memastikan proses tes kesehatan benar-benar berjalan.
"Kami ini kan bertugas mengawasi termasuk tes kesehatan. Untuk sekedar melihat saya kok tidak boleh," keluhnya
Rosul mulai marah saat dilarang petugas rumah sakit masuk ke ruang tunggu. Kemudian petugas membolehkannya masuk namun hanya sampai ruang tunggu.
Rosul dan empat stafnya hanya tolah-toleh karena dilarang masuk ke ruang tes kesehatan.
Ketua KPUD Sidoarjo, Zainal Abidin mengatakan, tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, rumah sakit memiliki standar operasinal dan prosedur sendiri.
"Mereka (rumah sakit) punya SOP. Kita saja tidak masuk," ujarnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/2907rosul-panwaskab-sidoarjo_20150729_153426.jpg)