Pilkada Kabupaten Malang 2015
Duo Srikandi PDIP Mendaftar Bertepatan Perayaan Kudatuli
PDIP maju sendiri dalam mengusung Duo Srikandi karena memiliki 13 kursi di DPRD Kabupaten Malang.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | MALANG - Duo Srikandi PDIP, Dewanti Rumpoko-Masrifah Hadi mendaftar ke KPU Kabupaten Malang pada hari kedua pendaftaran, Senin (27/7/2015), bertepatan dengan perayaan Peristiwa Kudatuli.
kedatangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Malang yang diusung oleh PDIP itu diiringi ratusan kader PDIP bersama Eddy Rumpoko (ER), Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang yang juga Wali Kota Batu. "Kita kesini untuk mengikuti prosedural KPU yaitu mendaftarkan diri," ujar ER ketika memberikan sambutan di KPU.
Dalam pendaftaran itu, seluruh komisioner KPU hadir bersama anggota Panwaslih Kabupaten Malang. Yang menarik, saat naik ke lantai dua tempat pendaftaran, Dewanti menggendong bayi, anak dari salah satu pendukungnya.
Anak tersebut terlihat santai dalam gendongan Dewanti yang dikenal sebagai dosen Unmer Malang itu. Wanita yang juga pengurus DPD PDIP Jawa Timur itu mengenakan baju muslim putih dipadu rok bawahan batik dan hijab warna merah. Sedang Masrifah mengenakan baju putih, hijab putih dipandu rok bawah batik.
Sambil menunggu pemeriksaan kelengkapan berkas oleh KPU, mereka meladeni wartawan wawancara. ER menyatakan, pendaftaran pada 27 Juli 2015 dikaitkan dengan tanggal bersejarah saat reformasi, yaitu Peristiwa Kudatuli. "Itu hari bersejarah. Makanya kami mendaftarkan pada 27 Juli ini," jelas ER.
Soal target perolehan suara, ER tidak mau menyebut angka pastinya. "Namanya target ya pasti setinggi-tinggi. Saya menghargai kerja keras para pengurus ranting, PAC dan DPC. Insyaallah dengan bekerja keras akan memperoleh suara lebih baik," tutur dia.
Untuk pemenangan, sudah disiapkan strategi, termasuk lebih banyak ketemu masyarakat dengan kurun waktu yang singkat ini. "Semoga calon juga selalu sehat," kata ER.
Ditambahkan Dewanti, ia berencana tinggal di satu wilayah antara satu sampai dua hari untuk menggarap wilayah. "Nanti saya akan lebih banyak menyapa warga door to door. Bukan dengan menampilkan musik electone misalnya," tuturnya.
Dengan begitu ia lebih dekat ke calon pemilih. Mereka juga akan diajak berkegiatan bersama, seperti senam sebelum ke acara utama. "Konsepnya tidak selalu sama di tiap wilayah. Bisa berdua dengan Bu Masrifah, bisa juga sendiri-sendiri, mengingat wilayah Kabupaten Malang sangat luas" jelasnya.
Ditanya apakah akan menggarap khusus pemilih wanita yang cukup banyak di Kabupaten Malang, kata Dewanti, tidak. "Saya tidak mau segmented. Semua segmen. Tidak hanya perempuan saja," katanya.
Yang jelas, masalah pendidikan, kesehatan, berdikari dalam ekonomi akan menjadi perhatiannya kelak jika terpilih menjadi Bupati Malang. Sementara Masrifah Hadi menjelaskan, dengan pencalonan ini, dia siap melepaskan statusnya sebagai PNS.
"Saya sudah mengajukan pensiun dini. Kebetulan sama Bu Dewanti punya perhatian yang sama, pendidikan. Bu Dewanti dosen, saya pengawas sekolah," ungkap Masrifah yang juga kader NU itu.
Ditambahkan ER, soal slogan pasangan ini, Malang Anyar! bermakna harapan perubahan dalam pemerintahan ke depannya. "Jika diberi kesempatan nanti, maka harus kerja keras mewujudkan itu," urai ER.
PDIP maju sendiri dalam mengusung Duo Srikandi karena memiliki 13 kursi di DPRD Kabupaten Malang. "Lho PDIP juga berkoalisi lho. Koalisi sama PDIP Kota Malang dan Kota Batu, ha..ha.ha," celetuk ER yang disambung tawa lepas para pendukungnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/sylvi34_20150727_200055.jpg)