Pilbup Malang

Pemilihan Bupati Malang Adem Ayem

"Sekarang ini calon dibiayai APBD. Tidak perlu kampanye lewat TV, koran tapi dibiayai KPU," tutur Hari Sasongko.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Parmin

SURYA.co.id | MALANG - Beratap tenda, KPU Kabupaten Malang melakukan launching pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang, Minggu (14/6/2015). Acara dihadiri undangan komisioner KPU Jatim, partai politik, PPK dan PPS, Panwaslih dll.

Hari Sasongko, Ketua DPRD Kabupaten Malang melihat pilbup terkesan adem ayem.

"Sekarang ini calon dibiayai APBD. Tidak perlu kampanye lewat TV, koran tapi dibiayai KPU," tutur Hari Sasongko saat memberikan sambutan.

Namun meski sudah dibiayai untuk sosialisasi/promosinya, tapi calonnya adem ayem.
Menurutnya, calon mungkin ada saja. Tapi siapapun tahu bahwa mengikuti pilbup memerlukan biaya besar.

"Jer basuki mowo bea," ungkapnya. Idealnya memang harus ada calon-calon lain agar Kabupaten Malang dinamis. Tidak adem ayem. "Khawatir," cetusnya.

Hari Sasongko juga menyatakan agar PNS, TNI, polisi netral. "Gak usah cawe-cawe. Jago sampean pasti menang," ungkapnya. Tidak diketahui pernyataan itu diarahkan kemana.

Sedang A Subhan, Wakil Bupati Malang menyatakan pilbup Malang merupakan rangkaian pilkada bersama 18 daerah lainnya di Jawa Timur.

"Aktualisasi masyarakat ditentukan dalam satu menit di bilik suara," ungkap Subhan.

Menurutnya, pilbup Malang merupakan pertarungan politik terbuka bagi individu-partai politik. Meski begitu, dalam pilbup sebelumnya (2010), berlangsung aman dan kondusif

Sedang Santoko, Ketua KPU Kabupaten Malang mengharapkan dengan launching pilbup, masyarakat mau berpartisipasi dan memilih dalam pilbup Malang.

"Kami diminta meningkatkan partisipasi pemilih menjadi 75 persen dari 72 persen," tandas Santoko.

Dalam kesempatan itu, KPU juga mengumumkan pemenang hasil lomba membuat maskot dan jingle pilbup Malang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved