Senin, 11 Mei 2026

Pilbup Sidoarjo

Pengamat Politik: Bakal Calon Bupati Sidoarjo Sekadar Naikkan Nilai Tawar

Hariyadi mengomentari merapatnya balon bupati dari Partai Gerindra, Hidar Assegaff dan Muhammad Sholeh untuk menjadi pendamping incumbent Sidoarjo.

Tayang:
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Yuli
miftah faridl
Baliho milik Haidar Assegaff sebagai calon Bupati Sidoarjo 2015-2020 nampang di berbagai titik di Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Pengamat politik dari Universitas Airlangga (UA) Surabaya, Hariyadi, menilai, sejumlah tokoh yang mengklaim sebagai bakal calon (balon) bupati tidak benar-benar berani menjadi pesaing calon petahana Bupati Saiful Ilah.

Tujuan mereka adalah ingin menaikkan nilai tawar belaka.

Hariyadi mengomentari merapatnya balon bupati dari Partai Gerindra, Hidar Assegaff dan Muhammad Sholeh untuk menjadi pendamping Abah Ipul, panggilan Saiful.

”Mereka sudah menghitung, akan sulit melawan incumbent. Jadi, selama ini sebenarnya mereka hanya menaikkan barganing position saja,” katanya, Senin (1/6/2015).

Pada proses pencitraan awal, seperti pemasangan baliho bergambar foto yang bertuliskan calon bupati, sebenarnya mereka ingin menunjukkan ke Abah Ipul bahwa mereka harus dipertimbangkan.

Namun, pada titik tertinggi, sinyal nilai tawar itu akan dikirim ke Abah Ipul untuk dipertimbangkan sebagai pasangan.

Di sisi lain, sosok incumbent memang menjadi magnet kuat. Abah Ipul, kata Hariyadi, masih relatif terkuat di antara nama-nama yang muncul. Namun, bukan tidak mungkin incumbent dikalahkan selama calon lain bisa memadukan karakter Nahdlatul Ulama (NU) dan gerkaan nasionalis.

”Sebenarnya, penantang sekaligus partainya harus percaya diri. Saya masih yakin Pilbub Sidoarjo ini bisa berjalanan ketat. Syaratnya, ada sosok di internal NU berpadu dengan kekuatan nasionalis yang berani maju. Saya pikir, ini akan menjadi lawan sepadan bagi incumbent,” ujar Hariyadi.

Dia menilai, pasti akan muncul calon dan koalisi yang menantang Abah Ipul. Biasanya, koalisi akan muncul di detik terakhir karena mereka menyiapkan senjata pamungkas untuk menyerang incumbent. PKB, kata Hariyadi, juga dilema.

Suara di internal ingin kader muda PKB yang mendampingi Abah Ipul. Tapi kalau begitu pasti sulit galang koalisi.
Niat kader muda ini dimaksudkan untuk regenrasi sebagai persiapan pilbub selanjutnya.

”Tapi PKB akan sulit menggalang koalisi kalau bupati dan wakilnya dari dia. Nah, kesempatan inilah yang mungkin bisa dipakai partai lain menggalang koalisi yang saya pikir tak kalah kuatnya,” kata Hariyadi. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved