Lima Periode Perkembangan Marmer Tulungagung
Perajin semakin bebas berkreasi untuk menghasilkan produk seni berkualitas
Penulis: David Yohanes | Editor: Wahjoe Harjanto
Tahun 1998 mulai diperkenalkan pengerjaan batu system chemist, khususnya untuk produk yang mengandung huruf atau simbol. Dengan bantuan komputer, variasi huruf dan simbol mudah diproduksi. Pembuatan produk prasasti marmer turut terdongkrak karena teknologi ini.
Dekade ke lima, sejak 2002 hingga sekarang, teknologi pengerjaan tidak banyak berubah. Namun model desain mengalami perkembangan pesat. Bahkan perajin mulai menggunakan tenaga desainer. Varian produk lama mulai tergeser, kalah dengan produk rancangan para desainer.
“Saat ini banyak customer dari luar negeri yang datang membawa design ke Tulungagung. Mereka minta desainnya diproduksi di sini,” kenang Imam.
Pada masa kini perajin banyak mengerjakan produk berdasarkan pesanan. Buntut dari hubungan langsung dengan konsumen, para perajin juga dituntut bekerja dengan tenggat waktu dan kecermatan tinggi. Utamanya konsumen luar negeri yang memperhatikan detail dan ukuran.
Imam menggambarkan, Tahun 90-an desain produk yang sama bisa mempunyai ukuran yang berbeda antara setengah hingga satu sentimeter. Kondisi tersebut masih bisa diterima oleh pasar.
Namun sekarang, semua produk harus dikerjakan presisi dengan toleransi di bawah satu milimeter. Di era teknologi informasi ini, pemasaran produk marmer juga berkembang. Perajin tidak lagi mengandalkan showroom, namun sudah menggunakan internet. Seperti yang dilakukan Bintang Antik Sejahtera, milik Imam Machfudin.
“Semakin terbukanya pasar ekspor juga menuntut perajin semakin profesional. Kualitas bagus dan variasi desain tak terbatas pula,” tandasnya.