Kamis, 18 Juni 2026

Lima Periode Perkembangan Marmer Tulungagung

Perajin semakin bebas berkreasi untuk menghasilkan produk seni berkualitas

Tayang:
Penulis: David Yohanes | Editor: Wahjoe Harjanto

SURYA Online, TULUNGAGUNG - Meski marmer Tulungaung sudah terkenal dan mendunia, tidak ada yang mencatat sejarah perkembangan industrinya. Bahkan, Dinas Perindustrian dan Perdatangan (Disperindak) sekalipun.

Mendapati kenyataan tersebut, Imam Machfudin, pemilik usaha Bintang Marmer yang asli Campurdarat, berusaha menyusun sejarah secara mandiri. Imam mengumpulkan keterangan dari para sesepuh desa hingga para perajin pendahulu. Imam mencatatnya dalam lima dekade.

Dibukanya rintisan pertambangan marmer oleh pemerintah Tahun 1961, tidak serta merta mempengaruhi masyarakat sekitar sebab perusahaan tambang ini bersifat tertutup untuk umum.

Namun lambat laun, warga sekitar mulai merintis usaha kerajinan marmer secara mandiri. Mulanya warga merintis pembuatan traso. Traso merupakan pecahan aneka bebatuan berukuran kecil dan beraneka warna. Traso kemudian diaplikasikan untuk motif lantai.

Sehingga ketika itu muncul istilah ubin motif Tulungagung. Traso juga banyak digunakan untuk makam, bak mandi cetak, pot bunga dan lain-lain. Minimnya teknologi memaksa warga mengerjakan semua dengan cara manual.

Dekade awal tercatat Tahun 1962-1972, masyarakat masih menggunakan alat betel dan palu besar. Pada perkembangannya masyarakat sudah bisa membuat kerajinan berupa asbak marmer berbentuk kotak. “Pada generasi awal ini para perajin sudah mulai membentuk produknya dengan tatah dan palu,” tutur Imam.

Pemasaran hasil kerajinan dilakukan dari mulut ke mulut. Beberapa warga juga memasarkan dengan cara berjualan keliling ke daerah lain. Lambat laun keindahan marmer semakin dikenal, dan banyak diminati secara luas.

Lanjut Imam, dekade ke dua industri rakyat ini sekitar Tahun 1972. Dekade ini ditandai dengan perkembangan teknologi pengolahan marmer, utamanya mesin bubut. Mesin bubut pertama kali dikenalkan kepada perajin binaan pemerintah ketika itu, yang diberi nama Argo Binangun.

“Mesin yang dipakai bekas bubut besi yang sudah rusak atau sudah tidak presisi. Karena pengerjaan marmer tidak butuh detail seperti bubut besi sehingga masih bisa digunakan,” tutur Imam.

Argo Binangun berkembang luar biasa, berkat bantuan lahan, perbengkelan, permodalan dan pembinaan teknik dari pemerintah. Bahkan Tahun 1975 hingga 1989, kelompok ini menjadi pusat pelatihan tenaga trampil pengolahan marmer dari seluruh Indonesia. Generasi kedua ini sudah mengenal showroom untuk memamerkan produk para perajin.

Produk yang dihasilkan juga sudah berkembang. Mulai dari tempat sirih, vas bunga, kap lampu, tea set hingga meja bulat. Hasil produksi warga juga diaplikasikan langsung di rumah masing-masing. Dekade ke dua juga ditandai penggunaan mesin belah batu dengan tenaga diesel.

Namun mesin ini masih terbatas dengan diameter satu meter. Bersamaan dengan mesin belah ini, warga sudah mulai menggunakan derek kaki tiga. “Dengan derek tiga kaki, batu besar berukuran hingga tiga ton sudah bisa dikerjakan. Warga sudah
mulai meninggalkan membelah batu dengan cara manual,” lanjut Imam.

Dekade ke tiga, dimulai tahun 1982 ditandai dengan dikenalkannya disk grinder atau sering disebut warga mesin skrap. Mesin ini membuat para perajin lebih bebas berkreasi dengan marmer. Produk yang dihasilkan juga tidak hanya berbentuk silinder, seperti yang dihasilkan mesin bubut.

Bahkan tangan-tangan kreatif perajin mulai menciptakan patung serta relief dari bahan marmer. Imam berkisah, pelopor kerajinan patung marmer adalah Teguh Gondrong. Dengan latar belakang sebagai seniman, Teguh banyak menghasilkan karya seni.

“Beliau sangat idealis sehingga karya patungnya tidak sekedar yang laris manis di pasaran. Tetapi juga patung-patung nyentrik yang tidak laku di pasaran,” kenang Imam.

Halaman 1/3
Tags
marmer
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
4 - 2
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
1 - 0
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
Live
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved