Liputan Khusus Minim Dokter Spesialis
Ketua IDI Surabaya : Buah Pencabutan Inpres
Dulu, pernah ada inpres (instruksi presiden) yang memungkinkan biaya pendidikan kedokteran ditanggung pemerintah.
News Analysis
dr Pudjo Hartono SpOG
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya
SURYA Online, SURABAYA - Penyebaran dokter spesialis ke berbagai daerah di Jawa Timur belum merata.
Ini terjadi karena berbagai faktor, antara lain karena pemerintah tak lagi mengatur penempatan tenaga dokter.
Dulu, pernah ada inpres (instruksi presiden) yang memungkinkan biaya pendidikan kedokteran ditanggung pemerintah.
Konsekuensinya, setelah lulus, dokter diangkat sebagai PNS dan diatur penempatannya.
Namun, kondisi ini berubah sejak sekitar 10 tahun lalu. Pemerintah tidak lagi menjalankan inpres itu.
Program pembiayaan kuliah di kedokteran dihentikan. Mereka harus menanggung sendiri biaya kuliah.
Karenanya, setelah lulus mereka enggan menjadi PNS. Mereka banyak memilih membuka praktik sendiri.
Mereka tidak tertarik menjadi PNS, jika ditempatkan di daerah.
Untuk menjawab permasalahan ini, kami dari IDI telah mendorong pemerintah, khususnya Pemprov Jatim agar membuat kebijakan yang mengatur distribusi dokter spesialis ke daerah-daerah.
Kebijakan itu, di sisi lain diharapkan tidak sampai menghalangi para dokter yang bukan PNS untuk bertugas di kota-kota favorit di Jatim seperti Surabaya dan Kota Malang.
Sebagai contoh, kalau ada dokter yang ingin bertugas di Surabaya, perlu ada syarat mereka harus bertugas dulu di daerah lain selama kurun waktu tertentu.
Dorongan ke pemerintah sedang digodok. Kami sudah meminta agar ini di-backup juga oleh dewan.
Selain itu, kami juga sarankan perlunya ada kebijakan dari kampus kedokteran untuk mendukung distribusi dokter ini.
Selain dorongan ke pemerintah, kami juga berharap pihak pemkab/pemkot menunjukkan perhatian terhadap para dokter yang akan bertugas di daerahnya.
Selama ini, meski belum bisa dibuktikan, disinyalir masih ada oknum-oknum yang meminta sejumlah uang kepada para dokter yang akan bertugas di daerah.
Ini menjadi salah satu penyebab dokter enggan bertugas di daerah. Mereka lebih senang membuka praktik (swasta) di daerah-daerah favorit. (ben)