Gadis Penghibur di Malang
Masyarakat Menyebut Mereka Kimcil
Dia menjadi gadis pemandu lagu di sebuah rumah karaoke di kawasan Agrowisata, Kota Batu.
Di Surabaya dan kota-kota lain biasa disebut dengan ayam putih abu-abu karena merujuk warna seragam pelajar SMA.
“Di sini (Malang Raya), yang masih sekolah, namanya kimcil berseragam,” kata Silvi, lagi-lagi sambil tertawa pelan.
Tidak ada yang tahu kapan pertama kali istilah Kimcil itu muncul. Ini sama gelapnya dengan kapan pertama kali, muncul pekerja seks anak di Malang.
Silvi sendiri mengaku sudah sering mendengar istilah Kimcil tersebut, jauh sebelum dirinya terperosok di dunia hitam. Istilah saru itu biasa di dengar di kampungnya.
Malah, istilah itu tak hanya digunakan menyebut para gadis pekerja seks saja.
Para gadis remaja yang sering keluyuran, apalagi malam hari kerap kali mendapat label sosial bernama Kimcil.
Istilah Kimcil memang terus bergerak dan berkembang. Miko warga Malang yang akrab dengan dunia malam mengatakan, Kimcil sekarang sudah menjadi istilah pergaulan.
Menjadi sapaan sesama teman akrab. Mirip istilah jancuk di Surabaya.
“Pelajar-pelajar di sini (Malang Raya) kalau ngobrol santai-santai sering memanggil temannya kimcil. Kadang mereka beranggapan kimcil tidak selalu pekerja seks. Mereka menganggap kimcil itu anak kecil yang menggemaskan,” ungkap pria 40 tahun itu.
Meski sudah masuk ke bahasa pergaulan, kata Miko, penggunaan istilah tidak bisa pada sembarangan karena awalnya memang identik ayam cilik, sebuah label yang sangat merendahkan dan menyakitkan. (idl)