Gadis Penghibur di Malang
Bocah SMP Jadi Kembang Klub Malam
Tubuh bongsor dan penampilan mampu menutupi usia siswa yang masih duduk di SMP Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.
“Dulu sering di panggung (disewa orang hajatan). Sekali manggung, kadang dapat Rp 350.000 kadang Rp 500.000. Tapi sekarang jarang manggung, terus saya di sini (penyanyi klub malam),” kata Luna yang mengenakan celana pendek dan kaos ketat ini.
Ketidaknyaman terlihat dari raut wajah dan gerakan tubuhnya. Saat menyanyi di depan puluhan para blantik dan sopir yang kebanyakan menjadi langganan klub, senyum tak terlihat sepanjang waktu seperti penyanyi lain yang berumur jauh di atasnya.
Ketika ada lelaki yang berjoget di depannya, ia selalu menjauh.
Seolah tidak mau tubuhnya tersentuh kulit lelaki yang kebanyakan joget sambil mabuk itu.
Sesekali ada lelaki yang mencoba menyentuhnya saat joget di depannya, ia langsung mundur.
Penyanyi lain yang ada disampingnya terkadang menjauhkan tangan lelaki itu dari tubuh Luna. (iks)