Minggu, 10 Mei 2026

Gadis Penghibur di Malang

Bocah SMP Jadi Kembang Klub Malam

Tubuh bongsor dan penampilan mampu menutupi usia siswa yang masih duduk di SMP Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.

Tayang:

SURYA Online, MALANG - Dendang musik dangdut terdengar keras dari sebuah ruang klub malam, tak jauh dari Stasiun Kota Baru Malang.

Puluhan pengunjung terlihat asyik bergoyang ditemani para purel.

Satu di antara purel penghibur itu bernama Luna. Ia cukup mahir  berjoget.

Suaranya tidak sebagus  penyanyi  panggung, apalagi artis. Namun nyanyian yang dibawakannya sudah cukup membuat pengunjung bergembira.  

Malah banyak pengunjung menyebut Luna sebagai kembang atau bintang klub malam itu.  

Luna sendiri tidak terlihat canggung melayani. Padahal  usia Luna baru 15 tahun.

Tak banyak pengunjung yang tahu itu. Tubuh bongsor dan penampilan mampu menutupi usia siswa yang masih duduk di SMP Kecamatan Lawang Kabupaten Malang.

Di usianya yang bau kencur itu, ia mengaku bekerja untuk menanggung beban ekonomi seluruh keluarganya.

Perpisahan ibu dan bapaknya membuat Luna mau tidak mau sebagai anak nomor satu harus bekerja dengan profesi yang belum layak ia lakukan.

Sedangkan ibunya, tidak memiliki pekerjaan. Satu-satunya pekerjaan adalah menemani Luna pergi dan pulang kerja setiap hari.

Ia bekerja di klub dangdut itu sejak lima bulan lalu. Menjadi penyanyi adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan.

Ibunya sendiri yang memasukkannya sebagai penyanyi klub malam bermusik dangdut itu.

Ia mengakui, jam kerja hingga larut pagi membuat studi di sekolahnya keteteran.

Seringkali ia membolos sekolah karena rasa kantuk dan capek yang tak bisa ditahan.

Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, satu-satunya harapan keluarganya adalah penghasilan dari menyanyi yang semalam hanya diberi Rp 50.000.

“Dulu sering di panggung (disewa orang hajatan). Sekali manggung, kadang dapat Rp 350.000 kadang Rp 500.000. Tapi sekarang jarang manggung, terus saya di sini (penyanyi klub malam),” kata Luna yang mengenakan celana pendek dan kaos ketat ini.

Ketidaknyaman terlihat dari raut wajah dan gerakan tubuhnya. Saat menyanyi di depan puluhan para blantik dan sopir yang kebanyakan menjadi langganan klub, senyum tak terlihat sepanjang waktu seperti penyanyi lain yang berumur jauh di atasnya.

Ketika ada lelaki yang berjoget di depannya, ia selalu menjauh.

Seolah tidak mau tubuhnya tersentuh kulit lelaki yang kebanyakan joget sambil mabuk itu.

Sesekali ada lelaki yang mencoba menyentuhnya saat joget di depannya, ia langsung mundur.

Penyanyi lain yang ada disampingnya terkadang menjauhkan tangan lelaki itu dari tubuh Luna. (iks)

Sumber: Surya Cetak
Tags
prostitusi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved