Pilwali Mojokerto
Baliho Reklame Cawali Masih Bergelantungan di Hari Tenang
Siapa bilang para politikus dan pelaku politik Pilwali Kota Mojokerto sadar akan estetika kota. Meski sudah memasuki hari tenang coblosan
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, MOJOKERTO - Siapa bilang para politikus dan pelaku politik Pilwali Kota Mojokerto sadar akan estetika kota. Meski sudah memasuki hari tenang jelang coblosan, Senin (26/8/2013) ini masih banyak spanduk dan baliho cawali masih bergelantungan. Tidak saja di jalan-jalan protokol, di areal perkampungan lebih parah lagi.
Banyak spanduk dan baliho sejumlah pasangan cawali masih menempel. Pantauan SURYA Online, sejumlah jalan-jalan masih dipenuhi atribut dan alat peraga kampanye ini. Hampir merata, sejumlah baliho calon baik ukuran kecil maupun besar tetap menempel.
"Kami sudah rekomendasikan kepada pihak cawali untuk mencopot sendiri. Jika memang tak mau melepas, kami juga langsung merekomendasikan Satpol PP untuk menurunkan baliho, spanduk, banner, maupun reklame," kata Ketua Panwaslu Kota Mojokerto Elsa Fifajanti.
Tampak di jalur protokol dekat alun-alun, reklame ukuran besar milik pasangan Ayub Busono-Mulyadi (Abdi) masih terpasang. Tidak jauh dari sini, gambar cawali A Rusyad Manfaluti-Risdy Harintoko (Manfaati). Begitu juga di titik-titik lain seperti perempatan Jl Gajahmada, baliho ukuran besar bertuliskan cawali Hendro Suwono-Warsito (Noto) juga masih bediri. Sementara baliho-baliho Mas'ud Yunus-Suyitno (MY) juga masih tertempel di jalan-jalan kampung.