Pilwali Kota Malang
DaDi: Angka 3 Bukan Simbol Kematian
DaDi: Angka 3 bukan simbol kematian
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
Ketika pasangan cawali Heri Pudji Utami-Sofyan Edi Jarwoko (DaDi) mendapatkan nomor urut 3, ada simpatisan cawali nyeletuk angka 3 sebagai simbol kematian.
Berkali-kali, celetukan itu terdengar di sela-sela peresmian nomor urut keenam pasangan ini.
Meski begitu, Direktur Tim Pemenangan DaDi, Yoestiadji, hanya tertawa ketika dimintai komentarnya terkait angka 3 sebagai simbol kematian.
Menurut Yoestiadji, kalau memang angka 3 itu sebagai simbol kematian, maka suami Heri Pudji Utami, Peni Suparto, tidak akan terpilih dua periode sebagai Wali Kota Malang.
“Pak Peni dua kali berturut-turut mendapatkan angka 3 saat penetapan nomor urut. Angka itu malah membawa hoki buat beliau,” kata Yoestiadji.
Yoestiadji menjelaskan angka tiga ini identik sebagai tafsir mimpi ketika bermimpi melihat jenasah orang meninggal. Namun menurutnya, mimpi melihat jasad orang meninggal malah akan membawa keberuntungan bagi orang yang bermimpi ketika bangun di pagi hari.
“Seperti yang dialami pak Peni, beliau hoki dengan angka 3. Begitupun juga dengan kami,” sambungnya.
Yoestiadji menekankan bukan sebenarnya bukan persoalan angka, tetapi sosialisasi terhadap angka itu yang menjadikan seorang cawali terpilih.
“Angka, gambar, nama, itu hanya instrumen pencoblosan. Intinya adalah bagaimana kita menyosialisasikannya,” pungkas Y