Pilwali Malang
Kader Berebut Kursi Walikota NU Pilih Netral
ketua PCNU Kota Malang KH.Marzuki Mustamar dengan datar mengatakan tidak mempermasalah hal itu.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Rudy Hartono
Beberapa kader yang resmi akan maju dalam Pilwali di antaranya M.Anton atau abah Anton (Bendahara PCNU), H.Yunar Said (Wakil Bendahara PCNU) dan M.Nuruddin atau Gus Udin (anak pendiri kampus NU Unisma).
Abah Anton diusung DPC Gerindra berpasangan dengan Sutiaji dari PKB. Sementara Yunar mendampingi Mujais yang akan maju dari jalur perorangan dari GPK Gardu Prabowo. Sedangkan Gus Udin mendampingi Dwi Cahyono yang juga maju dari jalur perorangan.
Menanggapi perpecahan kader, ketua PCNU Kota Malang KH.Marzuki Mustamar dengan datar mengatakan tidak mempermasalah hal itu. Dia katakan setiap kader memiliki hak untuk terjun dalam politik. "Tetapi sampai saat ini kami masih netral, belum mendukung siapa-siapa," katanya.
Untuk memutuskan kader mana yang akan didukung PCNU, pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu. Tentunya dengan mempertimbangkan visi misi yang akan diusung masing-masing calon. "Rapat itu akan kami lakukan menjelang hari 'H'," ujarnya.
Dia juga menampik isu yang menyatakan dirinya mendukung Abah Anton-Sutiaji. Menurutnya pertemuan para kiai dengan Abah Anton-Sutiaji pada Desember lalu di Ponpes Sabilur Rosyad belum menjadi pernyataan dukungan.
"Tempatnya digunakan untuk pertemuan. Saya juga diisukan diberi sebuah mobil oleh Abah Anton, tetapi itu tidak benar. Mobil itu saya kredit," bebernya.
Sementara itu, Ketua DPC Gerindra yang mengusung abah Anton-Sutiaji, Widya Farid Iskandar akan berusaha mendekati kader NU untuk menyatukan suara. "Masih ada kemungkinan itu. Kami akan berusaha merangkul Gardu Prabowo dan lainya untuk bersatu," katanya.
Secara struktural, jelas Farid, Gardu Prabowo bukan merupakan sayap Gerindra, melainkan ormas pecinta Prabowo. Sehingga tidak ada ikatan khusus dengan DPC Gerindra. "Tetapi kami akan upayakan itu," tukasnya.