Dwi-Uddin Tak Sengaja Bertemu di Pesawat
"Ini memang pengalaman pertama kali saya terjun di dunia politik.
Penulis: Siti Yuliana | Editor: Adi Agus Santoso
Dikisahkan Uddin, saat itu keduanya berada dalam satu pesawat menuju Malaysia. Saat di udara, ia mendengar ada seseorang yang berkata dalam bahasa Indonesia. "Lalu saya dekati dan saya tanya, ternyata memang orang Indonesia dan sama-sama berasal dari Malang," tutur Uddin usai menyerahkan berkas dukungan ke kantor KPUD, Rabu (23/1/2013).
Dari pertemuan itu, hubungan semakin terjalin. Keduanya bercerita banyak mengenai visi misi juga keinginan kuat untuk memajukan Kota Malang. "Pada dasarnya, pak Dwi adalah budayawan dan saya terjun di bidang pemberdayaan masyarakat. Jadi cocok sekali," ujar Uddin.
Sosok Dwi memang sudah familiar di masyarakat. Dia tergolong pengusaha sukses di bidang kuliner. Dwi juga dikenal aktif sebagai budayawan, dan memimpin Yayasan Inggil miliknya.
Sementara Uddin adalah sosok baru, yang tidak dikenal secara familiar. Ketika mengungkap latar belakangnya, Uddin adalah aktivis pertanian dari Aliansi petani Indonesia. Jabatanya Sekjen yang membawahi 39 organisasi pertanian di Indonesia. "Ini memang pengalaman pertama kali saya terjun di dunia politik. Meski baru pertama, saya sangat serius," katanya.
Di kalangan ulama, Uddin banyak dikenal karena nama besar ayahnya, KH Usman Mansyur pendiri Yayasan Unisma dan Universitas Islam Malang. Menjadi bakal calon N-2 (wakil), Uddin mengaku siap. Keduanya pun terlihat serasi. Memakai pakaian koko berwarna putih juga mengendarai Pajero Sport putih bernopol N 1010 DC, keduanya terlihat percaya. "Apabila terpilih nanti, saya tidak akan menjadikan wakil sebagai ban serep. Kami memiliki porsi tugas berbeda, yang harus kita kerjakan masing-masing," tambah Dwi.