Berita Blitar

Nenek 72 Tahun di Blitar Selamatkan 2 Ton Telur dari Kebakaran, begini Ceritanya

Meski usianya sudah 72 tahun, namun nenek Nartiah ini patut diacungi jempol.

Nenek 72 Tahun di Blitar Selamatkan 2 Ton Telur dari Kebakaran, begini Ceritanya
surya.co.id/imam taufiq
Kapolsek Kademangan Polres Blitar AKP Sapto Rahmadi dibantu warga memadamkam api yang membakar rumah seorang juragan telur. 

SURYA.co.id | BLITAR - Meski usianya sudah 72 tahun, namun nenek Nartiah ini patut diacungi jempol. Sebab, saat gudang egg tray (tempat telur) millik bosnya terbakar, sang nenek berhasil memadamkan kobaran api.

Akibatnya, tak hanya rumah bosnya yang selamat, 2 ton telur juga luput dari amukan si go merah.

Selain ia menyemprotkan air ke kobaran api, nenek Nartiah berteriak-teriak minta tolong. Hanya hitungan menit, warga berdatangan dan membantu nenek tersebut.

"Kalau nggak ketahuan nenek itu, ya bisa lain ceritanya karena saat itu rumah bosnya lagi kosong dan tinggal nenek itu sendirian," kata AKP Sapto Rahmadi, Kapolsek Kademangan.

Menurutnya, kebakaran itu terjadi di gudang egg tray yang jadi satu dengan rumah pemiliknya, Ny Lianti (60), Warga Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan.  Peristiwa terjadi pada Jumat (12/10/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Entah dari mana asal api, mendadak api berkobar di gudang penyimpanan egg tray, yang ada di belakang rumah korban. Itu diketahui pertama oleh nenek Nartiah, yang habis bersih-bersih di rumah bosnya.

Sehabis bersih-bersih itu, ia pulang, yang rumahnya juga bersebelahan derngan rumah bosnya. Sesampai di rumah, ia kaget karena melihat kepulan asap dari belakang rumah majikannya. Melihat kepulan asapnya, itu diperkirakan dari gudang egg tray.

"Akhirnya, nenek itiu lari dan masuk ke rumah majikan, kemudian melihat api yang sudah berkobar. Tanpa memilkirkan resikonya, ia langsung menarik selang air, dan disemprotkan ke kobaran api tersebut," paparnya.

Sambil berusaha memadamkan kobaran api, nenek itu berteriak-teriak minta tolong dan warga sekitarnya dengan cepat berdatangan.

"Untungnya, warga cepat datang, sehingga api yang sudah berkobar itu berhasil dipadamkan. Sebab, siang itu panasnya menyengat sehingga rawan terjadi kebakaran," paparnya.

Akibat usaha nenek itu dengan dibantu warga sekitar, api tak sampai menjelar ke rumah Ny Lianti alias Micen.

Sebab, saat itu rumah Micen lagi kosong karena ditinggal ke luar kota, apalagi di dalam garasinya ada tumpukan telur sebanyak 2 ton, yang tak lain usahanya majikannya.

"Dugaan kami, api berasal dari atap gudang, karena ada bekas instalasi kabel yang terbakar. Bahkan, katanya, aliran listriknya sering konsleting di dalam gudang itu," paparnya.

Soal kerugiannya, diperkirakan sekitar Rp 15 juta karena yang terbakar, tak ada barang berharga, kecuali tumpukan egg tray.

Penulis: Imam Taufiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved