Berita Tuban

Menabung Sejak 1990, Perempuan Penjual Sayur Keliling Ini Akhirnya Bisa Berangkat Haji

Hasil jerih payahnya puluhan tahun mengais rezeki dari jualan sayur mayur mengantarkan dia untuk menjadi tamu Allah

Menabung Sejak 1990, Perempuan Penjual Sayur Keliling Ini Akhirnya Bisa Berangkat Haji
SURYAOnline/M. Sudarsono
Sariyati menunjukkan sepeda dan bukti pembayaran lunas ibadah haji 

SURYA.co.id | TUBAN - Puluhan tahun berjualan sayur keliling, kini dampaknya dirasakan Sariyati (57). Perempuan asal Dusun Jembel, Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu itu kini dipastikan akan berangkat ke tanah suci untuk menjalankan ibadah haji.

Hasil jerih payahnya mengais rezeki dari jualan sayur mayur, lauk pauk, dan bumbu dapur lainnya mengantarkan dia untuk menjadi tamu Allah, bersamaan dengan jamaah haji seluruh dunia.

Dengan tekad kuat, meski harus mengayuh sepeda ontelnya disertai rengkek terbuat dari bambu yang ditaruh di bagian belakang, Yati akhirnya bisa menunaikan rukun Islam kelima.

"Saya menabung sejak saya berjualan sayur keliling, yaitu tahun 1990," kenangnya kepada Surya.co.id saat ditemui di rumahnya, Sabtu (21/7/2018).

Dia pun bercerita, rupiah demi rupiah yang dikumpulkannya berhasil membuatnya untuk mendaftar ibadah haji di tahun 2010.

Saat itu, uang pendaftaran yang disetorkan senilai Rp 26 juta. Uang tersebut terkumpul selama 20 tahun lamanya, sejak dia mengawali jualan sayur keliling dari kantor dinas satu ke dinas yang lain.

"20 tahun saya baru bisa membayar uang daftar, yaitu pada tahun 2010," katanya sambil mengingat.

Sambil berjalan ke arah sepeda yang digunakan untuk jualan, dia mengungkapkan, dalam seharinya dia rata-rata hanya mampu memperoleh keuntungan senilai Rp 15-20 ribu. Dari modal awal yang harus ia keluarkan sekira Rp 400 ribu.

Meski demikian, ia tetap mensyukuri pemberian rezeki yang diberikan oleh sang pencipta. Hingga akhirnya, rupiah demi rupiah itu berhasil melunasi sisa pembayaran uang pendaftaran.

"Kalau dagangan masih sisa, bisa dijual di hari berikutnya. Alhamdulillah sekarang sudah lunas, dan bisa berangkat haji. Sisa pembayaran saya lunasi 8 tahun setelah pendaftaran," terang Yati didampingi cucunya.

Sambil menunjukkan bukti pembayaran, perempuan kelahiran 1961 itu menerangkan jika biaya total yang harus dikeluarkan untuk berangkat ke tanah suci yaitu Rp 36.150.000.

"Ya senang semua sudah lunas, dan bisa menunaikan ibadah haji. Pokoknya senang lah," ungkapnya sambil terharu.

Saat ini, menjelang keberangkatannya ke tanah suci, Yati berhenti berjualan sayur keliling untuk sementara waktu. Usai pulang dari Mekkah, Saudi Arabia, dia menyatakan akan kembali beraktivitas menjual sayur keliling seperti biasanya.

"Saat ini saya libur dulu jualannya, disuruh anak saya fokus ibadah, karena 31 Juli pemberangkatan ke tanah suci," pungkasnya.

Penulis: M. Sudarsono
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help