Sekolah Gratis di Jatim

Mengintip Sekolah-sekolah di Jatim yang Menggratiskan Biaya Pendidikan Untuk Seluruh Siswanya

Di Jawa Timur terdapat sejumlah sekolah yang menggratiskan biaya pendidikan ke seluruh siswanya. Yuuk intip..

Mengintip Sekolah-sekolah di Jatim yang Menggratiskan Biaya Pendidikan Untuk Seluruh Siswanya
ist/selamatpagiindonesia.org
SMA Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu 

Budi bercerita, Yayasan Himmatun Ayat membangun MTs di daerah Petemon. Lima tahun lalu, bangunan sekolah dasar di daerah Wonorejo, Pasar Kembang pun dirampungkan dan dipakai untuk kegiatan belajar mengajar.

Pada 2000, Yayasan Himmatun Ayat menyekolahkan anak yatim dan kurang mampu dengan cara memberikan beasiswa. Sayangnya, sistem penerimaan siswa di sekolah negeri di Surabaya cukup banyak syaratnya.

Termasuk soal kuota siswa luar Surabaya. Ini banyak menghambat yayasan untuk memberi beasiswa ke anak-anak dari luar Surabaya.

Hal itu yang mematik yayasan untuk membangun sekolah sendiri. “Maka kami terbuka. Inginya sudah global,” katanya

Menyebut diri sebagai sekolah gratis, Yayasan Himmatun Ayat tentu tak mau sembarangan. Semua siswa TK yang rumahnya tak jauh dari lokasi belajar diantar-jemput mini bus saban hari. Budi mengatakan, ada juga tambahan makan siang bagi para siswa.

“Sejak pemerintah belum (menjalankan program), sini sudah buat sekolah gratis,” lanjut Budi, bangga.

Tentunya sekolah ini tak sembarangan menerima siswa. Hanya siswa yatim dan kurang mampu yang ditampung. Tak hanya mereka yang berada di Surabaya, siswa dari daerah lain juga bisa bergabung asal sesuai dengan target yayasan.

Terlebih lagi, kata Budi, Himmatun Ayat juga ada di 24 kabupaten/kota. Di Jatim, selain Surabaya, yayasan ini juga ada di Gresik, Nganjuk, dan Ponorogo. “Sekolah ini satu bulan biaya operasionalnya antara Rp 70 juta sampai Rp 80 juta. Itu hanya Surabaya saja,” jawab Budi, saat ditanya pengeluaran saban bulan untuk sekolah gratis.

Dana operasional didapat dari dua sumber utama. Pertama, dari donatur tetap dan tak tetap yang jumlahnya sekitar 3.000 orang. Ada juga unit usaha yang dibuka yayasan, seperti penyewaan mobil dan sound system, aqiqoh, dan jual beli hewan ternak.

Selain sekolah, yayasan yang berkantor di Jalan Dukuh Kupang, Surabaya ini juga punya asrama. Jika semua kebutuhan ditotal, menurut Budi, pengeluaran saban bulan rata-rata Rp 300 juta.

“Donatur tetap di kami sudah ada komitmen untuk mengawal (program). Mereka adalah orang yang tertarik dengan program kami,” terangnya. (fla/iit)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help