Bom Surabaya

Penjelasan Gojek dan Polri Usai Isu Go-Food Disusupi ISIS, Guru & Perawat Bernasib Tragis

Mabes Polri dan Gojek terus memberikan penjelasan untuk melawan berita-berita bohong (hoax) soal bom Surabaya.

Penjelasan Gojek dan Polri Usai Isu Go-Food Disusupi ISIS, Guru & Perawat Bernasib Tragis
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Ratusan pengemudi GoJek melakukan aksi solidaritas terhadap temannya yang teerlibat kecelakan saat menunggu jenazah di Jalan Buncit Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2014). 

SURYA.CO.ID - Mabes Polri dan Gojek terus memberikan penjelasan untuk melawan berita-berita bohong (hoax) yang saat ini membanjir di media sosial (medos), menyusul teror bom bunuh diri di 3 geraja dan Mapolrestabes Surabaya.

Sebelumnya beredar informasi bahwa jaringan Negara Islam Irak Suriah (ISIS) menyusup ke Gojek dan berniat meracuni pelanggannya melalui layanan Go Food.

Baca: Sniper Cantik Ini Pernah Habisi 100 Pejuang ISIS & Jadi Buronan Seharga Rp 13 Miliar, Siapa Dia?

Baca: Kisah Hatf Saiful, Bocah 13 Tahun yang Bergabung Dengan ISIS dan Akhirnya Tewas Dalam Pertempuran

Baca: Di Balik Desain Majalah ISIS yang Modern & Elegan, Ternyata Berisi Berbagai Rayuan Maut

Baca: Beredar Buletin ISIS Al-Fatihin Berbahasa Indonesia, Mabes Polri Masih Melakukan Penyelidikan

Di sisi lain, polisi menangkap dua orang, seorang guru dan perawat karena ujaran kebenciannya di medsos terkait serangan teror di Surabaya.

Pesan berantai menyebutkan untuk berhati-hati ketika memesan makanan dengan menggunakan aplikasi Go-Food.

Karena diklaim makanan yang dipesan akan diracun oleh anggota ISIS.

Pesan tersebut muncul di tengah rentetan kasus terorisme di Indonesia, dan cukup meresahkan masyarakat.

Dilansir Tribun Video dari Kompas.com (grup Surya.co.id), pihak Go-Jek Indonesia membantah dengan tegas kabar tersebut, melalui akun Twitternya @gojekindonesia.

"Go-Jek Indonesia mengecam tindakan penyebaran hoax seputar layanan kami karena sangat merugikan mitra UMKM dan driver yang jujur dan bekerja keras," tulisnya.

Informasi tak bertanggungjawab itu jelas akan merugikan banyak pihak.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto juga telah menegaskan bahwa kabar beredarnya informasi pesanan makanan Go-Food diracun oleh anggota ISIS adalah hoax.

Halaman
1234
Editor: Tri Mulyono
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help