Home »

News

Pilot Kamikaze, Pasukan Bom Bunuh Diri Jepang yang Lebih 'Terhormat' Dibanding Teroris

Untuk menyerang kapal perang musuh, selain pesawat tempurnya dilengkapi bom berdaya ledak besar, pilot kamikaze juga memakai rompi berisi bom

Pilot Kamikaze, Pasukan Bom Bunuh Diri Jepang yang Lebih 'Terhormat' Dibanding Teroris
Yoyok Prima Maulana
Foto para pilot kamikaze yang masih remaja 

SURYA.co.id - Dalam sebuah peperangan, serangan menggunakan taktik bom bunuh diri (suicide bomber) sudah sering diterapkan pada masa PD II.

Pilot-pilot tempur Jepang yang dikenal sebagai pilot kamikaze telah menggunakan taktik serangan bunuh diri terhadap kapal-kapal perang musuh.

Baca: Presiden Jokowi Setujui Pengaktifan Koopssusgab, Gabungan Satuan Elite TNI Untuk Melibas Terorisme

Baca: Pengamat Australia Mengungkap Siapa Saja Sasaran Utama Para Teroris di Indonesia

Baca: Terkuak Kehidupan Mengerikan Para Simpatisan ISIS, Begini Pengakuan Dari Mantan Anggotanya

Ketika menyerang kapal-kapal perang musuh, terutama kapal induk, selain pesawat tempurnya dilengkapi bom-bom berdaya ledak besar, para pilot kamikaze juga memakai rompi berisi bom.

Dengan demikian ketika pesawat tempur para kamikaze itu menabrak sasaran akan menghasilkan ledakan yang besar, sehingga menimbulkan korban jiwa dan peralatan tempur lawan dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya.

Pilot kamikaze siap menjadi pengebom bunuh diri
Pilot kamikaze siap menjadi pengebom bunuh diri (Ade Sulaeman)

Motivasi para pilot kamikaze Jepang ketika melaksanakan serangan udara bunuh diri adalah untuk memenangkan perang dan juga didukung oleh keyakinan relegius bahwa pilot kamikaze yang gugur akan langsung masuk surga.

Para pilot kamikaze yakin bahwa misi tempur bunuh diri mereka adalah demi menjalankan misi suci dari Kaisar Jepang (Tenno Heika) dan tindakan nekatnya itu dijamin pasti masuk surga.

Dalam keyakinan para pilot kamikaze Jepang, surga disimbolkan sebagai Kuil Yasukuni.

Ketika Perang Iran –Irak (1980-1988) berkobar dan dalam sehari korban jiwa dari kedua belah pihak yang bertempur bisa mencapai 10.000 orang, pola serangan bom bunuh diri juga digunakan oleh personel pasukan Iran.

Tujuan pasukan bunuh diri Iran yang terdiri dari para militan itu adalah untuk memenangkan perang dan mati syahid.

Pola serangan bom bunuh diri dari pasukan Iran itu sempat menggoncang dunia peperangan karena merupakan tindakan nekat.

Halaman
123
Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help