Liputan Khusus

Ada 450 Kampung Pendidikan di Surabaya, Tak Cuma Bimbel Gratis, Tapi Juga Layani Ini

Dosen dan mahasiswa dari kampus yang dikerjasamakan itu diharapkan akan membantu terciptanya lingkungan kampung yang penduli edukasi.

Ada 450 Kampung Pendidikan di Surabaya, Tak Cuma Bimbel Gratis, Tapi Juga Layani Ini
surya/aflahul abidin
Anak-anak belajar di bimbingan belajar (bimbel) gratis RT 02 RW 03, Kelurahan Ketintang, Surabaya. Pembelajaran di sana digelar di Balai RW setempat setiap hari Kamis. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Koordinator Program Kampung Pendidikan Martadi, menuturkan, ada sekitar 450 kampung pendidikan di Surabaya.

Bentuknya bukan hanya bimbel gratis. Ada kampung kreatif, kampung literasi, dan lainnya.

Jumlah itu terhimpun dalam tiga tahun terakhir sejak munculnya lomba kampung pendidikan.

Dari jumlah itu, ia memperkirakan sekitar 45 persennya aktif berjalan hingga saat ini.

Sementara sisanya menghilang seiring dengan selesainya lomba.

Martadi mengakui, hal tersebut sebagai kekurangan dan harus dievaluasi.

“Itu yang menjadi PR (pekerjaan rumah) kami. Maka, tahun ini kami tekankan bukan pada lombanya. Tapi pendampingannya,” ujarnya.

Bentuk riilnya, sambung Martadi, pihaknya akan bekerja sama dengan universitas untuk memberi pendampingan kampung pendidikan.

Dosen dan mahasiswa dari kampus yang dikerjasamakan itu diharapkan akan membantu terciptanya lingkungan kampung yang penduli edukasi.

Menurutnya, banyak indikasi dampak langsung maupun tak langsung dari keberadaan kampung-kampung pendidikan.

Ia mencontohkan, adanya penurunan persekusi di tingkat sekolah.

Selain itu, ada juga penurunan jumlah kasus orang tua menggugat sekolah atau guru.

“Itu menurut saya karena orang tua tidak tahu prinsip pendidikan. Kasus seperti ini menurun,” katanya.

Sayangnya, belum ada jumlah pasti data soal penurunan itu yang bisa dijabarkan. (Aflahul Abidin/Wiwit Purwanto)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help