Liputan Khusus Ancaman Gunung Berapi

Warga Ranu Pani : Semeru Menggelegar Sudah Biasa

Kehidupan di Ranu Pani tetap ayem meskipun banyak berita mengabarkan tentang letusan gunung berapi.

Warga Ranu Pani : Semeru Menggelegar Sudah Biasa
surya/miftah faridl
Warga Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang yang hidup dengan bercocok tanam di kaki gunung Semeru, Selasa (25/2/2014).

SURYA Online, PROBOLINGGO - Sri Wahyuni yang juga menjabat Kaur Pemerintahan Desa Ranu Pani ini mengatakan, warga percaya selama mereka tidak melupakan tradisi, maka Semeru dan Bromo tidak akan murka.

Setiap tahun, warga di desa yang berada di ketinggian sekitar 2.200 mdpl itu selalu menggelar bersih desa dan ritual unan-unan yang dipimpin dukun adat.

Hal senada dikatakan Harwanto. Pemuda 35 tahun itu mengakui kehidupan di Ranu Pani tetap ayem meskipun banyak berita mengabarkan tentang letusan gunung berapi.

Ketika Gunung Kelud meletus, aktivitas warga di sana  sama sekali tidak terpengaruh.

”Wong Semeru menggelegar saja kita di sini sudah biasa,” ucapnya.

Masyarakat kaki gunung Semeru, punya pandangan berbeda dengan ahli vulkanologi dalam memahami aktifivitas vulkanik.

Bagi petugas dan ahli vulkanologi, peningkatan aktivitas di perut gunung dipahami sebagai potensi bahaya.

Apalagi saat gunung sudah mulai batuk-batuk. Tapi bagi masyarakat Semeru, aktivitas perut gunung itu sebuah rutinitas yang wajar.

Harwanto menjelaskan lebih lanjut, masyarakat kaki gunung justru merasa tenang saat tanda aktivitas perut Semeru terlihat. Mereka merasa terbebas dari kekhawatiran.

Apalagi saat melihat gunung Semeru batuk-batuk. Gejala itu menjadi tanda Semeru dalam kondisi aman.

Cerita tutur temurun dari moyangnya mengatakan, batuk-batuk itu menandakan Semeru tidak akan meletus besar.

”Yang berbahaya kalau sampai Semeru tidak mengembuskan abu. Kalau abunya keluar, itu kan aktivitas di dalam perut Semeru bocor sehingga mengurangi tekanan,” kata bapak satu anak ini merasionalkan.

Harwanto mengungkapkan saat dirinya sering mendaki Puncak Mahameru, Semeru selalu menghembuskan debu vulkanik rata-rata tiap 20 menit.

Letusan kecil itu melontarkan material debu sampai ketinggian 300 meter. (idl/ben)

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Surya Cetak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved