Rabu, 10 Juni 2026

Mahfud MD Capres Pilihan Warga NU

Mahfud MD Capres Pilihan Warga NU

Tayang:
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Parmin
SURYA Online, SURABAYA - Dukungan warga Nahdliyin kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD maju sebagai Caolon Presiden (Capres) 2014 ternyata cukup tinggi. Ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim, yang menjaring opini Nahdliyin terhadap figur yang layak jadi capres. Survei dilakukan bulan Maret lalu terhadap 1.238 orang di Jatim.

Hasilnya adalah Mahfud MD paling banyak dipilih sebagai capres dengan
21,08 %. Disusul Joko Widodo Gubernur DKI Jakarta 12,76%, lalu Ketua
Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 11,15%, Dahlan
Iskan 6,7%, dan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie  5,33 %.

Berdasar tempat tinggal pemilih, Mahfud MD paling banyak dipilih warga
NU yang tinggal  di Banyuwangi. Sementara Joko Widodo dan Prabowo
dipilih warga di Lumajang, Blitar dan Madiun. Untuk Aburizal Bakrie
dipilih orang Pasuruan dan Jember. Dan Dahlan Iskan dipilih warga
Batu, Malang, dan Madiun.

Ketua Litbang ISNU Jawa Timur Faza Dhora Nailufar mengatakan, beberapa alasan yang dikemukakan warga NU memilih nama Capres tersebut, antara lain karena sosok yang tegas sebanyak 36 %, bersih dan jujur 31 %, berpengalaman di pemerintahan 15 %. Sedangkan untuk Capres harus dari NU hanya dipilih 4 % saja.

“Ini membuktikan warga Nahdliyin sudah rasional dalam memilih capres,”
ujarnya, kepada wartawan, Minggu (14/4/2013) di JX Internasional.

Menurut Dhora, yang menarik dalam survei tersebut, nama Aceng Fikri,
mantan Bupati Garut  yang terkena kasus pernikahan dengan anak di
bawah umur, juga dinilai layak maju Capres, meski suaranya tidak
sampai 1 %.  

"Mereka yang memilih Aceng ini berasal dari Jember dan
Sidoarjo. Alasannya Aceng diyakini bisa jadi pemimpin yang menjunjung
tinggi syariat agama," terangnya.

Ditambahkan Dosen Universitas Brawijaya Malang ini, dalam survei yang
dilakukannya ini, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada responden untuk memilih figur Capres yang dianggap layak maju dalam Pemilu 2014 nanti.

“Jadi kami tidak menyodorkan nama, biar mereka yang memilih sendiri,”
imbuh Dhora.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved