Khatibul Umam Andalkan Tiga Periode Kepengurusan Ansor

JAKARTA I SURYA Online – Sejak beberapa waktu lalu nama Khatibul Umam Wiranu masuk bursa calon ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor, untuk menggantikan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Pemilihan ketua umum PP GP Ansor ini akan dilakukan melalui Kongres XIV GP Ansor, di Surabaya, Jatim, 23-24 Desember 2010. Umam ---panggilan akrab Khatibul Umam Wiranu--- saat ini menjabat salah satu ketua PP GP Ansor dan anggota DPR RI dari Partai Demokrat (PD). Dalam bursa calon ketua umum PP GP Ansor itu, selain Umam, muncul pula beberapa nama tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), yang di antaranya, Malik Haramain (anggota F-PKB DPR RI dan sekjen PP GP Ansor), Nusron Wahid (anggota F-Partai Golkar DPR RI), dan Saiful Tamlika (anggota F-PPP DPR RI). Bagaimana Umam melihat keberadaan para kolega sekaligusnya pesaingnya itu? “Semua bagus. Semua layak dan bisa menjadi ketua umum,” puji Umam, yang juga sekretaris Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan DPP PD, kepada Surya melalui ponsel, Rabu (6/10/2010). Menurut mantan anggota F-KB DPR RI dan wakil sekjen DPP PKB ini,  semua kandidat memiliki kelebihan masing-masing, termasuk dirinya. Adapun kelebihan Umam, antara lain, pernah hidup bersama dan merasakan tiga periode kepengurusan PP GP Ansor, yaitu ketika GP Ansor dipimpin Slamet Effendy Yusuf (menjabat dua periode, 1985-1995), Muhammad Iqbal Assegaf (kepengurusan 1995-2000, meninggal Februari 1999), dan Saifullah Yusuf (menjabat dua periode, 2000-2010). “Saat masih menjadi mahasiswa saya juga mondok di Kantor GP Ansor Pusat. Jadi, saya tahu semua model kepengurusan di Ansor,” jelas Umam, yang pernah menjabat ketua Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dua periode (1994–1997 dan 1997-2000) dan wakil Sekjen DPP PKB (2000-2005). Dengan pernah terlibat langsung dalam tiga jenis atau model kepengurusan dan kepimpinan di GP Ansor tersebut maka Umam akan dapat mengkombinasikan kelebihan Slamet Effendy, almarhum Iqbal, dan Gus Ipul.  “Karena saya pernah ikut bersama mereka. Jadi, bukan hanya kata orang,” tegas politikus berusia 44 tahun, pengagum berat almarhum KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini. Pengalaman dan kiprah Umam dalam berorganisasi juga menunjang keberadaannya sebagai salah satu calon ketua umum PP GP Ansor. Dalam dunia NU, ia aktif sejak dari level bawah, yaitu menjadi aktivis Ikatan Pelajar NU Ranting Raden Fatah Berkoh Purwokerto, Jateng (1980-1981). Lurah Pondok Pesantren Setelah itu, pernah menjadi lurah Pondok Pesantren Al-Hikmah Benda, Bumiayu, Brebes, Jateng (1984 – 1985), ketua Himpunan Santri Banyumas (HISBAN) Konsulat Pondok Pesantren Al-Hikmah Benda Bumiayu (1983 –1984), dan anggota Pendiri dan aktivis Forum Komunikasi Generasi Muda Nahdhatul Ulama (FK GMNU) Jakarta (1993 – 1994). Juga, ketua PB PMII dua periode, dan ketua PP GP Ansor. Kiprah Umam dalam organisasi-organsisasi non-NU pun menonjol. Antara lain, anggota Badan Pekerja Forum Demokrasi (FORDEM) 2000 – 2004, dan anggota Presidium Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP Nasional) 1997. Umam juga menjadi pendiri dan ketua Gerakan Perjuangan Anti Diskriminasi (GANDI), 1998 – 2000. GANDI adalah sebuah NGO yang bergerak di bidang sosial budaya untuk membela warga negara yang diperlakukan secara diskriminatif, baik secara politik, ekonomi, maupun sosial, dan dideklarasikan di Ciganjur Jakarta Selatan oleh beberapa WNI etnis Tionghoa bersama KH Abdurrahman Wahid. Dengan berbagai kelebihannya itu Umam yakin dan optimitis untuk maju ke pencalonan ketua umum PP GP Ansor mendatang. “Dari segi umur saya juga paling senior, 44 tahun,” ujar Umam, bapak empat anak kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah ini, seraya tersenyum.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved