Rabu, 22 April 2026

Libur Natal dan Tahun Baru

Penumpang KA saat Natal 2025 Tinggi, KAI Daop 7 Madiun Optimalkan Face Recognition

Momen libur Natal 2025, ribuan penumpang  tampak memadati stasiun-stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.

Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/KAI Daop 7 Madiun
PENUMPANG KERETA API - Suasana penumpang kereta api di stasiun wilayah Daop 7 Madiun, saat libur Natal dan Tahun Baru 2025, Kamis (25/12/2025). Pihak KAI Daop 7 Madiun mendorong masyarakat untuk menggunakan fasilitas face recognation. 

Ringkasan Berita:
  • Rribuan penumpang memadati stasiun di wilayah Daop 7 Madiun pada momen Hari Raya Natal 2025
  • Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari sebut jumlah penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 7 mencapai 7.700 orang
  • KAI Daop 7 Madiun mengoptimalkan penerapan teknologi Face Recognition Boarding Gate selama periode puncak. 

 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Momen libur Natal 2025, ribuan penumpang  tampak memadati stasiun-stasiun di wilayah Daop 7 Madiun.

Bahkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat tingginya mobilitas masyarakat, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, dengan layanan berbasis teknologi terus dioptimalkan guna menjaga kelancaran arus penumpang.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan, Kamis (25/12/2025), jumlah penumpang yang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 7 mencapai 7.700 orang. 

Sementara itu, penumpang yang tiba atau turun di wilayah tersebut tercatat sebanyak 9.269 orang.

Jumlah Penumpang Kereta Api

Secara kumulatif, sejak dimulainya masa Angkutan Natal dan Tahun Baru pada 18 Desember hingga 25 Desember 2025, Daop 7 Madiun telah melayani sebanyak 70.849 penumpang naik dan 81.300 penumpang turun. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibanding hari-hari biasa.

Di tengah tingginya volume penumpang, KAI Daop 7 Madiun mengoptimalkan penerapan teknologi Face Recognition Boarding Gate sebagai bagian dari peningkatan layanan selama periode puncak. 

Teknologi ini dinilai efektif dalam mempercepat proses boarding dan mengurangi antrean di stasiun.

"Fasilitas Face Recognition sangat membantu pelanggan. Proses pemindaian wajah hanya memerlukan waktu sekitar satu detik, sehingga penumpang tidak perlu lagi menunjukkan KTP fisik atau tiket cetak saat boarding," kata Tohari.

Menurutnya, penerapan teknologi tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi penumpang, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional stasiun. 

"Dengan antrean yang lebih lancar, kenyamanan dan ketertiban di area boarding dapat terjaga, terutama saat jumlah penumpang sedang tinggi," imbuhnya.

Selain peningkatan layanan berbasis teknologi, KAI Daop 7 Madiun juga memperhatikan aspek kenyamanan bagi keluarga yang bepergian bersama anak-anak. 

Sejumlah stasiun telah dilengkapi fasilitas playground atau area bermain anak yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh pelanggan.

"Fasilitas ramah anak ini kami sediakan agar orang tua dan anak-anak tetap merasa nyaman saat menunggu jadwal keberangkatan kereta api," jelas Tohari.

Sementara itu, bagi masyarakat yang masih merencanakan perjalanan pada periode Natal dan Tahun Baru, KAI Daop 7 Madiun menyebutkan bahwa tiket kereta api masih tersedia meski jumlahnya terbatas. 

Tercatat masih ada 2.876 tempat duduk atau sekitar 7,8 persen dari total 36.894 tempat duduk KAJJ yang disiapkan untuk keberangkatan 25 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi KAI Access atau kanal resmi lainnya. Sisa tiket saat ini berada di kisaran 2.800-an dan terus berkurang," pungkas Tohari.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved