Jumat, 12 Juni 2026

Kisah Sukses Siti Nur Afidah Kembangkan Usaha Jamu di Gresik

Kisah sukses Siti Nur Afidah, pelaku UMKM Gresik binaan Petrokimia yang berhasil meningkatkan produksi jamu hingga 100 botol per hari.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Petrokimia Gresik
UMKM GRESIK - Siti Nur Afidah (kiri) saat menunjukkan produk UMKM dari Kelurahan Ngipik, Kecamatan/Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Afidah berhasil mengembangkan usaha jamu temulawak hingga memproduksi 100 botol per hari berkat pendampingan program Lontar PT Petrokimia Gresik. 
Ringkasan Berita:
  • Siti Nur Afidah sukses mengembangkan usaha jamu temulawak melalui program Lontar
  • PT Petrokimia Gresik memberikan pendampingan berupa modal, alat, dan pelatihan
  • Kapasitas produksi meningkat drastis hingga mencapai 100 botol per hari
  • Pemerintah Kabupaten Gresik mengapresiasi sinergi pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut

SURYA.CO.ID, GRESIK - Kisah sukses pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), kini menjadi sorotan setelah Siti Nur Afidah (47) warga Kelurahan Ngipik, berhasil mengembangkan usaha jamu temulawak secara signifikan.

Melalui pendampingan program Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar (Lontar) dari PT Petrokimia Gresik, usahanya kini mampu memproduksi 100 botol per hari.

Perjalanan Merintis Usaha

Afidah memulai bisnis jamu temulawak sejak 2019 dengan pemasaran terbatas melalui WhatsApp, dan penjualan dari rumah ke rumah.

Ia mengaku, bahwa pada masa awal merintis, proses penjualan berjalan lambat karena kurangnya akses pasar dan fasilitas pendukung.

"Dulu jualannya cuma dari rumah ke rumah, lewat WA atau grup lapak. Lakunya lama sekali," ujar Afidah saat ditemui SURYA.co.id di Gresik, Kamis (11/6/2026).

Dukungan Strategis Petrokimia Gresik

Kehidupan bisnis Afidah berubah drastis setelah bergabung dengan program Lontar.

Ia mendapatkan akses permodalan, bantuan peralatan produksi, hingga pelatihan pengemasan yang membuatnya lebih percaya diri bersaing.

Salah satu tantangan terbesar, yaitu perizinan dan sertifikasi, juga difasilitasi oleh Petrokimia Gresik.

Berikut adalah dampak positif pendampingan bagi usaha Afidah:

  • Peningkatan Kapasitas: Produksi meningkat hingga 100 botol per hari.
  • Jangkauan Pasar: Produk kini dipesan untuk kegiatan internal perusahaan, tidak hanya di tingkat lokal.
  • Kualitas Kemasan: Pelatihan desain kemasan membuat produk terlihat lebih profesional dan menarik.
  • Manfaat Ekonomi: Pendapatan usaha membantu biaya pendidikan kedua anaknya.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik, Darmawan, memberikan apresiasi atas langkah PT Petrokimia Gresik.

Menurutnya, program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini telah memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Melalui pelatihan yang terstruktur, para pelaku UMKM dibekali peningkatan kapasitas manajemen usaha, literasi keuangan, hingga strategi pemasaran berbasis digital. Selain itu, akses permodalan yang lebih mudah membantu pelaku usaha mengembangkan skala produksi," jelas Darmawan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik berharap, sinergi ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sektor usaha, sehingga pemerataan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved