SPMB Jatim 2026
Kuota Negeri Terbatas, Pemprov Jatim Optimalkan Beasiswa SMA dan SMK Swasta
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengoptimalkan peran sekolah swasta dalam mendukung pemerataan akses pendidikan menengah
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pemprov Jatim dorong pemerataan akses karena SMA/SMK negeri hanya tampung 39,3 persen lulusan SMP.
- Jumlah sekolah swasta penyedia beasiswa naik jadi 2.106, penerima manfaat capai 79.086 siswa.
- Proses pengambilan PIN berjalan lancar, 91 ribu calon murid sudah terdaftar tanpa perlu menunggu SKL.
SURYA..co.id, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengoptimalkan peran sekolah swasta dalam mendukung pemerataan akses pendidikan menengah.
Langkah tersebut dilakukan menyusul terbatasnya daya tampung SMA dan SMK negeri yang hanya mampu menampung sekitar 39,3 persen lulusan SMP dan sederajat di Jawa Timur.
Peluang Pendidikan di Sekolah Swasta
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan keterbatasan kapasitas sekolah negeri menjadi realitas yang harus dipahami masyarakat.
Baca juga: SPMB SD Surabaya Dibuka 2 Juni, Siswa Usia 7 Tahun ke Atas Jadi Prioritas
Karena itu, siswa dan wali murid diharapkan dapat memanfaatkan peluang pendidikan yang tersedia di sekolah swasta, terutama melalui berbagai program beasiswa yang telah disediakan.
“Daya tampung atau kapasitas untuk SMA dan SMKN di Jawa Timur itu kisarannya hanya 39,3 persen. Jadi, selalu ada ruang di mana kemudian mereka harus memutuskan untuk beralih ke sekolah-sekolah swasta,” ujar Khofifah.
Mitra Strategis Pemerintah
Menurut Khofifah, sekolah swasta kini tidak lagi sekadar menjadi alternatif pendidikan, melainkan telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Hal itu terlihat dari semakin banyaknya SMA dan SMK swasta yang berpartisipasi dalam program pemberian beasiswa kepada peserta didik.
Berdasarkan data yang telah diverifikasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, jumlah sekolah swasta penyedia beasiswa terus meningkat.
Pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.757 SMA dan SMK swasta terlibat dalam program tersebut.
Sementara pada tahun 2026 jumlahnya meningkat menjadi 2.106 sekolah.
Peningkatan jumlah sekolah yang menyediakan beasiswa juga berdampak pada bertambahnya jumlah penerima manfaat.
Jika pada tahun lalu terdapat 72.989 siswa penerima beasiswa, maka pada tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 79.086 siswa.
Khofifah menilai tren tersebut menunjukkan kuatnya kepedulian sosial dunia pendidikan di Jawa Timur dalam membantu masyarakat mendapatkan layanan pendidikan yang terjangkau.
“Kami menyampaikan terima kasih, kegotongroyongan dan kebersamaan SMA/SMK swasta ini benar-benar nyengkuyung beban yang ditanggung oleh masyarakat. Angka kenaikan ini sangat signifikan untuk meringankan beban warga kita di Jawa Timur,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Pelaksanaan-pengambilan-PIN-tahun-ini-berlangsung-lebih-lancar-SMAN-1-SURABAYA.jpg)