Rabu, 20 Mei 2026

Idul Adha 2026

Pemkot Surabaya Periksa 61 Lapak Hewan Kurban, Satu Sapi Terindikasi Scabies

Pemkot Surabaya memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026.

Tayang:
istimewa/Humas Pemkot Surabaya
PASTIKAN KESEHATAN - Pemkot Surabaya memperketat pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026. Dari sisi kesehatan, tim dokter hewan dan mahasiswa kedokteran hewan memeriksa potensi penyakit tertentu, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), scabies, serta penyakit menular lainnya. Tim juga memastikan seluruh hewan telah mendapatkan vaksinasi dari daerah asal. 

Selain itu, lapak penjualan juga harus diketahui dan mendapatkan izin dari kecamatan setempat. 

“Karena itu, pihak kecamatan juga kami libatkan dalam pengawasan di lapangan,” katanya.

Dari sisi kesehatan, tim dokter hewan dan mahasiswa kedokteran hewan memeriksa potensi penyakit tertentu, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), scabies, serta penyakit menular lainnya. 

Tim juga memastikan seluruh hewan telah mendapatkan vaksinasi dari daerah asal.

Pencegahan ini penting mengingat hewan kurban yang masuk ke Surabaya berasal dari berbagai daerah.

Seperti Trenggalek, Blitar, Tulungagung, dan wilayah lain di Jawa Timur. Bahkan, sebagian didatangkan dari luar pulau.

“Hewan kurban yang layak dapat dilihat dari kondisi fisik yang sehat, aktif, tidak lemas, serta memenuhi syarat umur minimal satu tahun. Pemeriksaan umur dilakukan melalui pengecekan gigi hewan,” imbuhnya.

Pemeriksaan Pasca Penyembelihan

Tak hanya pemeriksaan sebelum penjualan, DKPP juga akan melakukan pemeriksaan pasca-penyembelihan atau post mortem saat Hari Raya Iduladha.

“Kegiatan post mortem nanti melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait pengelolaan limbah, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memastikan aspek kesehatan masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Kepala Balai Besar Veteriner Farma (Pusvetma) Kementerian Pertanian, Edy Budi Susila, mengatakan Pusvetma memiliki peran penting sebagai laboratorium rujukan nasional untuk penyakit mulut dan kuku (PMK).

Menurutnya, Pusvetma memastikan ternak yang akan digunakan sebagai hewan kurban telah melalui proses vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan. 

"Vaksin PMK yang digunakan peternak di berbagai daerah diproduksi langsung oleh Pusvetma. Karena itu, Surabaya memiliki peran penting secara nasional dalam pengendalian penyakit hewan ternak,” kata Edy.

Ternak Penuhi Persyaratan Kesehatan

Selain memproduksi vaksin, Pusvetma juga memastikan ternak yang dilalulintaskan ke berbagai daerah telah memenuhi persyaratan kesehatan.

Setiap ternak yang masuk ke Surabaya harus melalui pemeriksaan, termasuk tes PCR untuk mendeteksi penyakit strategis seperti PMK, LSD, dan penyakit menular lainnya.

“Setelah dinyatakan sehat, peternak akan memperoleh sertifikat kesehatan hewan yang menjadi syarat distribusi ternak ke daerah tujuan, termasuk Surabaya,” terangnya.

Secara nasional, pemerintah menyiapkan sekitar 4 juta dosis vaksin PMK, di luar kebutuhan vaksin mandiri dari sektor swasta. Jawa Timur menjadi daerah dengan kebutuhan vaksin terbesar karena memiliki populasi ternak tertinggi secara nasional. “Dari total 4 juta dosis vaksin PMK nasional, sekitar 1,5 juta dosis dialokasikan untuk Jawa Timur,” katanya.

BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved