Laporan Khusus
Bandara Juanda dan Tanjung Perak Surabaya Siaga Hantavirus, Ini Langkah BBKK
BBKK Surabaya memperketat pengawasan hantavirus di Bandara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak usai muncul klaster MV Hondius.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- BBKK Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya hantavirus melalui Bandara Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak.
- Pengawasan diperketat terhadap pelaku perjalanan dari negara yang pernah melaporkan kasus hantavirus dan terkait klaster kapal MV Hondius.
- Sistem deteksi dini dilakukan melalui thermal scanner, deklarasi kesehatan digital, observasi gejala, hingga pengawasan rodensia di area pelabuhan dan bandara.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya meningkatkan pengawasan terhadap potensi masuknya hantavirus melalui pintu internasional di Jawa Timur (Jatim).
Kewaspadaan diperketat di Bandara Internasional Juanda dan Pelabuhan Tanjung Perak, menyusul laporan kasus hantavirus di sejumlah negara, termasuk munculnya klaster pada kapal pesiar MV Hondius yang menjadi perhatian global.
Baca juga: Pakar Unair Surabaya Ungkap Risiko Hantavirus di Tengah Mobilitas Global
BBKK Surabaya Tingkatkan Pengawasan
Kepala BBKK Surabaya, dr Rosidi Roslan, mengatakan pengawasan dilakukan berbasis risiko tanpa menerapkan pembatasan perjalanan internasional.
“Perlu dilakukan peningkatan kewaspadaan, khususnya terhadap pelaku perjalanan luar negeri yang berasal dari negara atau wilayah yang telah melaporkan kasus hantavirus. Namun pengawasan yang dilakukan tetap berbasis risiko dan sesuai prosedur kekarantinaan kesehatan, bukan pembatasan perjalanan,” ujar Rosidi kepada SURYA.co.id, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, BBKK Surabaya bersama stakeholder Bandara Juanda memperkuat pengawasan terhadap alat angkut, orang, dan barang dari luar negeri.
Pengawasan dilakukan melalui deklarasi kesehatan mandiri menggunakan aplikasi All Indonesia, pemantauan dashboard kesehatan pelaku perjalanan luar negeri, thermal scanner, hingga observasi tanda dan gejala penyakit.
Negara yang Jadi Fokus Pengawasan
BBKK Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap pelaku perjalanan dari negara yang pernah melaporkan kasus hantavirus.
Negara tersebut antara lain Finlandia, Jerman, Swedia, Chili, Argentina, Panama, Korea Selatan, China dan Taiwan.
Selain itu, pengawasan juga diperketat terhadap negara yang memiliki keterkaitan dengan klaster kapal pesiar MV Hondius.
Negara yang masuk pemantauan meliputi Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jepang, Australia, Belanda, Spanyol, Portugal, Polandia, Turki, Ukraina dan Rusia.
Gejala yang Diwaspadai di Pintu Masuk Internasional
Rosidi menjelaskan, petugas kesehatan disiagakan di area kedatangan internasional untuk memantau sejumlah gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.
- Demam
- Batuk dan sesak napas
- Sakit kepala
- Nyeri badan dan lemas
- Gangguan pernapasan
- Ikterik atau tubuh menguning
“Apabila ditemukan pelaku perjalanan yang memenuhi kriteria suspek, maka akan dilakukan tindak lanjut sesuai pedoman berupa pemeriksaan lebih lanjut, pengambilan sampel, rujukan ke rumah sakit, hingga tindakan kekarantinaan kesehatan bila diperlukan,” katanya.
Pengawasan Kapal Internasional Diperketat
Selain di Bandara Juanda, BBKK Surabaya memperkuat pengawasan di Pelabuhan Tanjung Perak, khususnya terhadap kapal internasional dan kapal pesiar.
Pemeriksaan dilakukan sebelum kapal memperoleh izin sandar, melalui pengecekan riwayat perjalanan kapal dan dokumen Maritime Declaration of Health (MDH) melalui aplikasi Sinkarkes.
“Apabila kapal tidak memiliki riwayat perjalanan dari negara terjangkit dan tidak ditemukan penumpang atau awak kapal yang bergejala, maka kapal dapat diberikan izin sandar. Namun apabila ditemukan faktor risiko, maka akan dilakukan evaluasi lebih lanjut sebelum kapal diizinkan sandar,” jelas Rosidi.
hantavirus
Surabaya
Bandara Juanda
Pelabuhan Tanjung Perak
BBKK Surabaya
MV Hondius
kesehatan global
Rosidi Roslan
zoonosis
WHO
pengawasan internasional
kesehatan Surabaya
Berita Surabaya
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Pakar FK Unair Tekankan Pentingnya Pengendalian Rodensia dan Protokol PPI |
|
|---|
| Pakar Unair Surabaya Ungkap Risiko Hantavirus di Tengah Mobilitas Global |
|
|---|
| Dishub Wajibkan Rekening Bank Jatim, 740 Jukir di Surabaya Gabung Parkir Digital |
|
|---|
| Pemerhati Bola, Kukuh Ismoyo: Pemkot - Persebaya Duduk Bersama Demi Nama Surabaya |
|
|---|
| Bonita Dena Andra, Selalu Bawa Atribut Bonek ke Luar Negeri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/area-kedatangan-Bandara-Internasional-Juanda-1552026.jpg)