Polisi Surabaya Bongkar Jaringan Scamming Internasional, 44 WNA Dibekuk
Polrestabes Surabaya menangkap 44 tersangka jaringan scamming internasional usai membongkar kasus penyekapan 2 warga Jepang.
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Polrestabes Surabaya mengungkap jaringan scamming internasional dan penyekapan dua warga Jepang setelah menerima laporan dari Konsulat Kedutaan Besar Jepang pada April 2026.
- Polisi melakukan penggerebekan berantai di Surabaya, Solo, hingga Bali dan menangkap total 44 tersangka dari China, Taiwan, Jepang, dan Indonesia.
- Para tersangka diduga menjalankan praktik penipuan online lintas negara dengan sejumlah rumah kontrakan yang dijadikan markas operasi.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Polrestabes Surabaya membongkar jaringan scamming internasional, yang juga terlibat kasus penyekapan terhadap 2 warga Negara Jepang bernama Yuria Kikuchi dan Shikaura Midori.
Kasus ini menyeret puluhan tersangka dari berbagai negara, mulai China, Taiwan, Jepang hingga Indonesia. Total sebanyak 44 orang diamankan dalam rangkaian pengungkapan yang dilakukan polisi di sejumlah daerah.
Pengungkapan kasus bermula dari laporan staf Konsulat Kedutaan Besar Jepang kepada Polrestabes Surabaya pada April 2026.
Baca juga: Markas Scamming Internasional Surabaya Dibongkar, Ada Seragam Polisi Tokyo
Berawal dari Laporan Kedutaan Jepang
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan bahwa pihak konsulat melaporkan dugaan penculikan dan penyekapan terhadap warga negara Jepang di wilayah Surabaya.
“Saat itu menyampaikan informasi warga Negara Jepang yang diduga diculik, disekap dan terindikasi lokasinya di wilayah Surabaya,” ujar Luthfie dalam konferensi pers di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (8/5/2026).
Polisi kemudian melakukan penyelidikan, hingga menemukan dua korban di sebuah rumah kontrakan di Jalan Dharma Husada Permai VII Blok N 318, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur (Jatim).
Selain menemukan korban, polisi juga mendapati berbagai perlengkapan yang diduga digunakan untuk praktik penipuan online atau scamming.
“Rumah yang dikontrak merupakan tempat untuk penyekapan, dan ternyata juga ditemukan barang-barang yang digunakan untuk tindak pidana penipuan online atau scamming,” bebernya.
Penggerebekan Berantai di Surabaya hingga Bali
Tak lama setelah penggerebekan pertama, polisi mengamankan 3 warga Negara China, 4 warga negara Jepang dan 2 warga negara Indonesia di lokasi tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, rumah itu diketahui telah dikontrak sejak 2 tahun lalu oleh tersangka berinisial E, warga negara Indonesia.
Polisi kemudian memburu tersangka E hingga berhasil ditangkap di Surabaya. Dari keterangannya, polisi menemukan lokasi lain yang diduga menjadi markas scamming di Jalan Embong Kenongo Nomor 24 Surabaya.
Namun saat didatangi, lokasi tersebut telah kosong.
“Tempat tersebut sebelumnya jadi lokasi praktik scamming atau penipuan online, melibatkan 32 warga Negara Cina,” tutur Luthfie.
Diduga para pelaku melarikan diri usai mengetahui lokasi pertama digerebek polisi. Tim kemudian melakukan pengejaran ke sejumlah hotel, dan berhasil mengamankan 6 warga negara China.
Pengembangan kasus terus dilakukan hingga polisi bergerak ke sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya dan menangkap 19 orang, terdiri dari 17 warga negara China dan dua warga negara Taiwan.
Polisi Kejar Pelaku hingga Solo dan Bali
Penyelidikan kemudian mengarah ke lokasi ketiga di Jalan Raya Darmo Permai I Nomor 79 Surabaya. Saat tiba di lokasi, polisi kembali mendapati bangunan dalam keadaan kosong.
scamming internasional Surabaya
Polrestabes Surabaya
penyekapan WN Jepang
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan
penipuan online
penggerebekan scammer
Surabaya
sindikat scam internasional
kriminal Surabaya
berita Surabaya terbaru
Meaningful
Multiangle
| Hasil Practice P9 Veda Ega Pratama Kembali Lolos Q2 Moto3 di MotoGP Prancis 2026 Le Mans |
|
|---|
| Buntut Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Jogja, UGM Kena Petisi Orangtua Korban |
|
|---|
| Markas Scamming Internasional Surabaya Dibongkar, Ada Seragam Polisi Tokyo |
|
|---|
| Dukungan Bonek Mengalir, Persebaya Surabaya Tantang Persis Solo |
|
|---|
| Persebaya Diunggulkan, Tapi Persis Solo Punya Rekor Kandang Mentereng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/WNA-para-tersangka-jaringan-scamming-internasional-di-Surabaya.jpg)