Sabtu, 9 Mei 2026

Common Grounds Hadirkan Behind The Bar, Edukasi dan Sajikan Kopi Kelas Dunia Di Surabaya

Rasakan kopi kelas dunia dari Bayu Prawiro di Common Grounds Surabaya, event Behind The Bar 21–22 April

Tayang:
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Wiwit Purwanto
BEHIND THE BAR - Bayu Prawiro (kiri) juara pertama Indonesia Brewers Cup 2025 dan juara kedua World Brewers Cup 2025, hadir dalam sesi spesial “Behind The Bar”, bersama Samuel Lie dari Common Grounds memperkenalkan dua kopi spesial dari Ecuador, dengan karakter rasa yang kontras. 

Ringkasan Berita:
  • Bayu Prawiro sajikan kopi Ecuador kontras di grand opening Common Grounds Surabaya. 
  • Event Behind The Bar hadirkan kopi spesial & edukasi penikmat kopi Surabaya. 
  • Common Grounds Surabaya tampilkan barista berprestasi dan kopi kelas dunia.

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Surabaya kembali disemarakkan oleh dunia kopi dengan haadirnya Common Grounds cabang kedua di Jalan Kombes Pol M Duryat, Selasa (21/4/2026).

Pada kesempatan ini Bayu Prawiro, juara pertama Indonesia Brewers Cup 2025 dan juara kedua World Brewers Cup 2025, hadir dalam sesi spesial “Behind The Bar”.

Kenalkan Kopi Spesial Dari Ecuador

Selama dua hari, 21–22 April 2026, Bayu memperkenalkan dua kopi spesial dari Ecuador, dengan karakter rasa yang kontras.

Keduanya berasal dari spesies Arabika, namun berbeda varietas, Typica Majorado yang elegan dan floral, serta Sidra yang fruity dengan keasaman lebih terasa.

Menariknya, kedua kopi ini diproses oleh anggota satu keluarga Typica Majorado oleh anak, Jose Jijon dan Francisco Vintimilla, sementara Sidra oleh ayahnya, Pepe Jijon.

Baca juga: Tak Hanya Durian, Rasa Kopi Tradisional Wonosalam Jombang Pun Bertahan Di Tengah Gempuran Masa

“Dari satu negara, bahkan satu keluarga, tapi karakter kopinya bisa sangat berbeda. Itu yang ingin saya tunjukkan di sini,” ujar Bayu.

Dalam sesi Behind The Bar, Bayu melayani pengunjung mulai pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, termasuk sesi private profiling untuk puluhan penikmat kopi.

Meski dikenal sebagai barista berprestasi, Bayu sebenarnya menjabat Head of Creative di Common Grounds, menangani berbagai aspek kreatif seperti foto, video, hingga copywriting.

“Daily job saya di back office, tapi passion saya memang di kopi. Dari situ saya ikut kompetisi dan bersyukur bisa sampai ke level dunia,” ungkapnya.

Selain memperkenalkan kopi berkualitas, Bayu juga ingin mengedukasi masyarakat, terutama pemula, agar lebih mudah menikmati kopi hitam tanpa campuran susu.

Baca juga: Yellow Caturra Banyuwangi, Kopi Langka dengan Rasa Buah dan Bunga, Tumbuh di Lereng Gunung Raung

“Filter coffee ini bisa jadi gateway bagi yang baru mulai minum kopi hitam. Teksturnya ringan, seperti teh, jadi tidak terlalu overwhelming,” jelasnya.

Menurut Samuel Lie, owner Common Grounds, konsep Behind The Bar hadir untuk menampilkan barista berprestasi sekaligus memeriahkan grand opening.

“Event ini memang tentang kopi. Kita ingin kembali ke core kita,” ujar Samuel.

Common Grounds sendiri aktif di berbagai kompetisi kopi, baik nasional maupun internasional, dengan minimal lima barista berprestasi.

Dengan rekam jejak ini, mereka optimistis menghadirkan standar kualitas global di Surabaya.

Pemilihan lokasi di tengah kota dinilai strategis. Selain sebagai coffee shop, Common Grounds juga ingin menyediakan ruang produktif untuk bekerja dan meeting.

“Kami ingin orang Surabaya bisa merasakan langsung kopi kelas dunia sambil tetap produktif,” tutup Samuel.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved