Kamis, 21 Mei 2026

Pengusaha di Sidoarjo Mulai Tertarik CNG saat Harga LPG Nonsubsidi Naik

Sejumlah pelaku usaha di Kota Delta juga mulai tertarik untuk berpindah ke gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: M Taufik | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/ M Taufik
STOK KOSONG – Tumpukan tabung LPG 12 kg di SPBU Trosobo, Sidoarjo. Beberapa waktu belakangan, stok elpiji nonsubsidi di SPBU tersebut mengalami kekosongan karena belum ada pengiriman 

Ringkasan Berita:
  • Pengusaha FnB kelas menengah ke atas, seperti retoran dan hotel menjadi yang terimbas harga baru LPG non subsidi.
  • Sejumlah pelaku usaha di Kota Delta juga mulai tertarik untuk berpindah ke gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG) sebagai  pengganti.
  • CNG disebut-sebut memiliki harga yang lebih murah, bahkan tak jauh beda dengan LPG subsidi.

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Kenaikan harga elpiji atau LPG nonsubsidi juga dirasa dampaknya oleh masyarakat di Kabupaten Sidoarjo, Khususnya para pelaku usaha di bidang food and beverage (FnB).

Pengusaha FnB kelas menengah ke atas, seperti retoran dan hotel menjadi yang terimbas harga baru LPG non subsidi.

Mereka sudah memperkirakan kenaikan ini seiring perkembangan informasi yang beredar beberapa waktu belakangan.

Sehingga, beberapa upaya persiapan telah dilakukan. Seperti efisiensi dan penyesuaian kebutuhan.

Menariknya, sejumlah pelaku usaha di Kota Delta juga mulai tertarik untuk berpindah ke gas alam atau Compressed Natural Gas (CNG)  sebagai  pengganti.

Baca juga: Pertamina Tambah Produksi LPG di Jatim dengan Ubah Konfigurasi Kilang TPPI Tuban

 

CNG Dilirik Pengusaha Sidoarjo

CNG disebut-sebut memiliki harga yang lebih murah, bahkan tak jauh beda dengan LPG subsidi.

“Selain itu, di Sidoarjo juga jaringan gas sudah banyak. Sehingga kita juga mulai melakukan penjajagan untuk berpindah menggunakan itu,” ujar Eka Dewi, General Manager Fave Hotel Sidoarjo, Senin (20/4/2026).

Sementara ini, sebelum pindah ke jaringan gas, pihaknya mengaku berusaha untuk melakukan penyesuaian atas kondisi harga LPG nonsubsidi yang naik.

Efisiensi dijalankan di beberapa sektor, tapi belum berani menaikkan harga.

Hal serupa juga disampaikan oleh beberapa pelaku usaha lainnya.

Kenaikan harga LPG sudah terjadi, dan mau tidak mau mereka harus menerima.

Sehingga yang bisa dilakukkan adalah melakukan penyesuaian.

“Kenaikan harga LPG ini jelas dirasa dampaknya oleh teman-teman pengusaha. Utamanya di sektor FnB. Tapi sejuah ini tidak sampai ada gejolak. Teman-teman berusaha melakukan penyesuaian,” kata Zakaria Dimas Pratama, Ketua HIPMI Sidoarjo.

Diungkapkannya, sebagian pelaku usaha di Sidoarjo mulai beralih ke gas alam.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved