Hari Kartini 2026: Bunda Rini Ungkap Tantangan Perempuan di Era Digital
Hari Kartini 2026 jadi refleksi tantangan perempuan di era digital. Bunda Rini soroti tekanan medsos dan pentingnya keseimbangan peran.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Perempuan kini menghadapi tantangan baru di era digital, termasuk tekanan media sosial dan fenomena FOMO yang memengaruhi pola pikir generasi muda.
- Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, menekankan pentingnya keseimbangan antara peran publik dan keluarga serta pengasuhan berbasis pemahaman digital.
- Program seperti SOTH dan Kemangi digencarkan untuk memperkuat mental, empati, dan literasi teknologi perempuan di tengah perubahan zaman.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Momentum Hari Kartini yang diperingati setiap 21 April, menjadi pengingat bahwa tantangan perempuan terus berkembang seiring perubahan zaman.
Jika dahulu perjuangan berfokus pada akses pendidikan dan kesetaraan, kini perempuan dihadapkan pada kompleksitas baru di era digital.
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani atau Bunda Rini, menilai tekanan yang dihadapi perempuan saat ini semakin beragam, terutama akibat derasnya arus informasi dan tren di media sosial.
“Perjuangan Kartini hari ini bukan lagi soal membuka akses, tetapi bagaimana memanfaatkan peluang tanpa kehilangan peran di dalam keluarga,” ujar Bunda Rini, Senin (20/4/2026).
Tantangan Baru Perempuan di Era Digital
Menurutnya, perempuan saat ini hidup dalam banyak peluang sekaligus tuntutan. Di satu sisi, mereka didorong berkembang di ruang publik, namun di sisi lain tetap memegang peran penting dalam keluarga.
“Keseimbangan menjadi kunci agar perempuan tetap mampu berkontribusi tanpa mengabaikan peran domestik yang strategis,” imbuh Bunda Rini.
Perkembangan teknologi juga turut memengaruhi pola pengasuhan. Anak-anak kini tumbuh tidak hanya di dunia nyata, tetapi juga di dunia digital yang penuh dinamika.
“Orang tua harus memahami dunia anak, termasuk apa yang mereka akses melalui gawai. Teknologi bisa membawa manfaat besar, tapi juga berisiko jika tidak diarahkan,” jelas Bunda Rini.
Poin Penting Tantangan Perempuan Saat Ini:
- Tekanan sosial dari media digital dan tren global
- Fenomena FOMO (fear of missing out) di kalangan generasi muda
- Tuntutan peran ganda: publik dan domestik
- Tantangan pengasuhan di era digital
- Risiko kesehatan mental akibat beban peran
Perempuan Harus Adaptif dan Dekat dengan Anak
Bunda Rini menegaskan, perempuan, terutama ibu, tidak cukup hanya menjadi pengawas, tetapi juga harus terlibat langsung dalam kehidupan anak, termasuk memahami media sosial.
“Ibu hari ini harus bisa menjadi teman bagi anak, karena anak perlu ruang untuk didengar, bukan sekadar diatur,” katanya.
Ia juga menyoroti fenomena FOMO yang membuat banyak orang merasa harus selalu mengikuti tren. Hal ini berpotensi membuat perempuan kehilangan jati diri, jika tidak disikapi dengan bijak.
"Setiap anak punya potensi berbeda. Jangan memaksakan diri mengikuti orang lain. Justru keunggulan muncul ketika seseorang mengenali dan mengembangkan dirinya sendiri,” tegas Bunda Rini.
Kesehatan Mental Jadi Perhatian
Selain tekanan sosial, isu kesehatan mental perempuan juga menjadi perhatian penting. Beban peran yang berlapis dapat berdampak pada kondisi psikologis jika tidak dikelola dengan baik.
“Ibu adalah penopang keluarga. Kalau ibu sehat dan bahagia, keluarga juga akan ikut sehat,” ujar Bunda Rini.
Hari Kartini 2026
Hari Kartini
Bunda Rini
Rini Indriyani
TP PKK Surabaya
Surabaya
perempuan Indonesia
FOMO
kesehatan mental
parenting digital
perempuan modern
tantangan perempuan
Meaningful
Multiangle
| Update Harga Elpiji 3 Kg 2026: Menteri ESDM Bahlil Jamin Tak Ada Kenaikan Nasional |
|
|---|
| Efek Harga Baru BBM, Komunitas Fortuner Kini Bersiap Dana Rp 2 Juta untuk Beli Dexlite saat Touring |
|
|---|
| FH Ubaya Bahas Hak Penumpang Pesawat, Ahli Beri Penjelasannya |
|
|---|
| UPT PTKK Jatim Raih Dua Penghargaan Nasional: Khofifah Sebut Bukti Vokasi Makin Kompetitif |
|
|---|
| Mentan Amran: Impor Solar Dihentikan Mulai 1 Juli 2026, B50 Resmi Diterapkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Ketua-TP-PKK-Kota-Surabaya-Rini-Indriyani-2042026.jpg)