Sabtu, 9 Mei 2026

Kartinian di Surabaya, Kampanye Gaya Hidup Ramah Lingkungan Kurangi Fast Fashion dan Sampah Plastik

Acara Kartini’s Earth Fest hadirkan Kartini talk bersama Yasinta Aurellia, Puteri Indonesia Lingkungan 2023 yang membahas gaya hidup keberlanjutan.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Nur Ika Anisa
HARI KARTINI - Kartini’s Earth Fest, acara ini menghadirkan Kartini talk bersama Yasinta Aurellia, Puteri Indonesia Lingkungan 2023 yang membahas terkait gaya hidup keberlanjutan di Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu (18/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Acara Kartini’s Earth Fest, menghadirkan Kartini talk bersama Yasinta Aurellia, Puteri Indonesia Lingkungan 2023 yang membahas terkait gaya hidup keberlanjutan.
  • Selain sampah plastik, Yasinta juga menyoroti soal fast fashion. 
  • Acara ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi komunitas untuk saling terhubung, menginspirasi dan mendorong kesadaranakan pentingnya sustainability dalam kehidupan sehari-hari.

 


SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kesadaran terhadap isu keberlanjutan atau sustainability semakin menguat di kalangan Gen Z.

Dalam momentum Hari Kartini, Sheraton Surabaya Hotel & Towers mengajak para anak muda untuk berbincang inspiratif terkait isu lingkungan.

Melalui Kartini’s Earth Fest, acara ini menghadirkan Kartini talk bersama Yasinta Aurellia, Puteri Indonesia Lingkungan 2023 yang membahas terkait gaya hidup keberlanjutan.

“Kita bisa mengambil tindakan simpel, mulai dari diri kita, keluarga kita. Misal sekarang peralihan botol plastik ke tumblr, ini bukan tren semata,” ungkapnya di Hotel Sheraton Surabaya, Sabtu (18/4/2026).

Ia mengapresiasi kebiasaan masyarakat yang mulai menyukai penggunaan tumblr, tapi sebagai langkah mengurangi sampah plastik.

Baca juga: Kumpulan 30 Kata-Kata Bijak Hari Kartini untuk Membakar Semangat Perempuan Masa Kini

 

Selain sampah plastik, Yasinta juga menyoroti soal fast fashion.

Model bisnis industri pakaian yang memproduksi tren busana terbaru secara cepat, masif, dan murah, seringkali menggunakan bahan berkualitas rendah.

Hal ini memunculkan kekhawatiran akan penumpukan limbah fashion.

“Produk fast fashion setiap tahun diproduksi berkali-kali yang mengikuti musim, dan itu juga akan menyumbang fashion sendiri. Indonesia penyumbang limbah fashion terbesar kedua tahun 2024,” sebutnya.

Kesadaran akan gaya hidup berkelanjutan ini harus diimbangi dengan pola konsumsi masyarakat terhadap fesyen.

Yasinta mengajak anak muda untuk tidak konsumtif berlebihan, memilih untuk mengutamakan kebutuhan serta mix and match baju.

“Ini yang harus kita terapkan. Misalnya lagi, bisa pilih naik transportasi umum, mengurangi emisi. Selain itu juga memilah sampah dan menggunakan bank sampah di lingkungan tempat tinggal,” paparnya.

Selain membahas terkait keberlanjutan, Yasinta juga menekankan, penting bagi anak muda membangun citra diri yang autentik sebagai perempuan masa kini dapat berkembang dan berdaya di berbagai bidang.

Baca juga: MUFWAY 2026, Ajang Kolaborasi Desainer dan UMKM Modest Fashion di Surabaya

 

Runway Fun Session

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved