Sabtu, 9 Mei 2026

Bersih Bersih Jukir Liar Pemkot Surabaya Gandeng Polrestabes Surabaya, Parkir Digital Diperluas

Pemkot Surabaya dan Polrestabes bersinergi, jukir liar ditindak, parkir digital siap permudah warga

Tayang:
Surya.co.id/Bobby Constantine Koloway
PERKUAT KOLABORASI — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan saat bertemu di Surabaya beberapa waktu lalu. Pemkot Surabaya bersama Polrestabes Surabaya berkolaborasi dalam menyiapkan mekanisme parkir digital di Kota Pahlawan.  

Ringkasan Berita:
  • Pemkot dan polisi tertibkan jukir liar, parkir digital makin luas dan praktis.
  • Parkir non-tunai Surabaya diperluas, warga nikmati pembayaran cepat dan aman.
  • Kolaborasi Pemkot-Polrestabes sukses atasi penolakan jukir, parkir digital lancar.

 

SURYA.co.id | SURABAYA — Pemkot Surabaya memastikan penerapan sistem parkir digital di Kota Pahlawan telah memasuki tahap akhir persiapan.

Program ini dipercepat melalui kolaborasi erat dengan Polrestabes Surabaya.

Kerjasama ini di antaranya dilakukan melalui sosialisasi kepada para jukir hingga penindakan jukir liar.

Pemkot melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan sosialisasi di beberapa titik sekaligus. 

Sinergi Dengan Kepolisian

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan sinergi dengan kepolisian menjadi faktor penting dalam mempercepat implementasi parkir non-tunai di lapangan.

Baca juga: Viral Jukir Liar di Taman Bungkul Surabaya Ditangkap Polisi Usai Getok Parkir Bus Rp 160 Ribu

Menurutnya, Polrestabes Surabaya selama ini terus mendukung Pemkot dalam menciptakan kenyamanan dan keamanan warga, termasuk dalam kebijakan digitalisasi parkir.

“Terima kasih karena selama ini kepolisian terus men-support dan bersinergi dengan pemerintah kota untuk memberikan kenyamanan dan keamanan di Kota Surabaya. Salah satunya melalui parkir digital,” kata Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya. 

Ia mengakui, penerapan parkir digital sempat menemui sejumlah kendala di lapangan. Misalnya, adanya penolakan dari sejumlah jukir. 

Namun, persoalan tersebut dapat segera diatasi setelah kepolisian turun langsung melakukan pendampingan. “Ketika beliau (Kapolrestabes) turun bersama jajarannya, Alhamdulillah persoalan itu selesai. Karena saya dan Pak Kapolrestabes memiliki tujuan yang sama, yaitu menjalankan keinginan warga Surabaya,” ujarnya.

Baca juga: Resmi Aturan Baru Parkir Surabaya: Wajib Non Tunai, Jukir Liar Akan Ditangkap

Wali Kota menegaskan bahwa kebijakan parkir digital mendengar keinginan warga Surabaya. Pengguna Jasa Parkir (PJP) selama ini menginginkan sistem parkir yang lebih transparan dan praktis melalui pembayaran non-tunai. 

Karena itu, Pemkot berkomitmen terus mengawal penerapan kebijakan tersebut. “Parkir non-tunai itu yang diinginkan warga Surabaya. Karena itu kami akan terus bergerak bersama Polrestabes Surabaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan memastikan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Surabaya untuk mendukung kebijakan parkir digital, termasuk melalui penindakan terhadap pelanggaran di lapangan.

“Kami akan terus berkomunikasi dengan kepala dinas terkait untuk bersama-sama melakukan langkah-langkah penindakan di lapangan,” ujar Luthfie.

Ia menambahkan, kepolisian juga membantu proses sosialisasi kepada para juru parkir agar mendukung transformasi sistem pembayaran parkir digital.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved