Jumat, 8 Mei 2026

Pedagang Pasar Baru Gresik Resah, Stok Minyak Goreng Menipis dan Harga Merangkak Naik

Pedagang di Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, resah akibat stok minyak goreng menipis

Tayang:
Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Sugiyono
HARGA NAIK - Seorang pembeli berjalan di antara kios pedagang Pasar Baru Gresik, Minggu (6/4/2026). - Pedagang di Pasar Baru Gresik, resah akibat stok minyak goreng langka dan harga naik tidak terkontrol. 
Ringkasan Berita:
  • Pasca Lebaran 2026, pedagang Pasar Baru Gresik resah karena stok minyak goreng menipis dan harga naik tak terkendali.
  • Minyak goreng premium naik dari Rp 19.500 menjadi Rp 22.500 per liter, sementara minyak curah tembus Rp 23.000/kg.
  • Bulog mengurangi distribusi MinyaKita dari 750 dus menjadi 250 dus per pekan. Pedagang berharap kuota segera ditambah agar harga kembali stabil.

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Pedagang di Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, resah akibat stok minyak goreng menipis dan harga naik tidak terkontrol, pasca Lebaran 2026

Ketua Paguyuban Pasar Baru Gresik, Edy Chumaidi mengatakan, dalam sepekan setelah hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pasar Baru kota Gresik terjadi kelangkaan minyak goreng.

Baca juga: Awal Ramadan Minyak Goreng MinyakKita Langka, Dijual Diatas HET di Jember 

Baik jenis premium atau minyak goreng subsidi MinyaKita, stoknya mulai menipis.

Akibatnya, harga minyak goreng terus merangkak naik.

"Harga minyak goreng  sebelum lebaran jenis minyak goreng premium  satu liter harganya berkisar Rp 19.500. Tetapi, sekarang harga di kisaran Rp 22.500 itupun barangnya sangat sulit didapat. Dan minyak goreng curah sekitar Rp 23.000 perkilo gramnya," kata Edy Chumaidi kepada SURYA.co.id, Minggu (5/4/2026).

Stok MinyaKita Menipis

Lebih lanjut Edy Chumaidi menambahkan, minyak goreng subsidi MinyaKita, akhir ini setelah hari raya Idul Fitri 1447 H terjadi penurunan stok. 

Bulog yang ditunjuk sebagai distributor pengiriman minyak goreng subsidi biasanya kirim 750 dus dalam satu pekan untuk pedagang Pasar Baru Gresik. Sekarang hanya 250 dus. 

"Bulog yang ditunjuk sebagai distributor pengiriman minyak goreng subsidi minyak kita juga mengurangi jumlah pengiriman ke Pasar tradisional. Berkurang nya sangat signifikan," imbuhnya. 

Berharap Kuota Minyak Goreng Ditambah

Edy berharap Bulog segera mengirim kembali kuota minyak goreng subsidi MinyaKita ke pasar tradisional.

"Kita berharap pengiriman minyak goreng subsidi ke pasar tradisional dikirim dengan jumlah yang lebih besar. Agar masyarakat kembali normal," katanya. 

Pembeli Berharap Harga Tak Naik

Akibat kenaikan harga minyak goreng subsidi MinyaKita, penjual kerupuk asal Gresik mengaku sangat terdampak akibat minyak goreng subsidi langka dan harga minyak goreng curah langka serta naik. 

"Minyak goreng curah dan subsidi mulai sulit didapatkan, bikin harga minyak goreng naik. Sehingga, kita jadi menaikkan harga kerupuk dengan mengurangi isi kerupuk," kata seorang pedagang kerupuk cemilan yang enggan menyebutkan namanya kepada SURYA.co.id, Minggu (5/4/2026).

BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved