Pedagang Pasar Baru Gresik Resah, Stok Minyak Goreng Menipis dan Harga Merangkak Naik
Pedagang di Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, resah akibat stok minyak goreng menipis
Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pasca Lebaran 2026, pedagang Pasar Baru Gresik resah karena stok minyak goreng menipis dan harga naik tak terkendali.
- Minyak goreng premium naik dari Rp 19.500 menjadi Rp 22.500 per liter, sementara minyak curah tembus Rp 23.000/kg.
- Bulog mengurangi distribusi MinyaKita dari 750 dus menjadi 250 dus per pekan. Pedagang berharap kuota segera ditambah agar harga kembali stabil.
SURYA.CO.ID, GRESIK - Pedagang di Pasar Baru Gresik, Jalan Gubernur Suryo, resah akibat stok minyak goreng menipis dan harga naik tidak terkontrol, pasca Lebaran 2026
Ketua Paguyuban Pasar Baru Gresik, Edy Chumaidi mengatakan, dalam sepekan setelah hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pasar Baru kota Gresik terjadi kelangkaan minyak goreng.
Baca juga: Awal Ramadan Minyak Goreng MinyakKita Langka, Dijual Diatas HET di Jember
Baik jenis premium atau minyak goreng subsidi MinyaKita, stoknya mulai menipis.
Akibatnya, harga minyak goreng terus merangkak naik.
"Harga minyak goreng sebelum lebaran jenis minyak goreng premium satu liter harganya berkisar Rp 19.500. Tetapi, sekarang harga di kisaran Rp 22.500 itupun barangnya sangat sulit didapat. Dan minyak goreng curah sekitar Rp 23.000 perkilo gramnya," kata Edy Chumaidi kepada SURYA.co.id, Minggu (5/4/2026).
Stok MinyaKita Menipis
Lebih lanjut Edy Chumaidi menambahkan, minyak goreng subsidi MinyaKita, akhir ini setelah hari raya Idul Fitri 1447 H terjadi penurunan stok.
Bulog yang ditunjuk sebagai distributor pengiriman minyak goreng subsidi biasanya kirim 750 dus dalam satu pekan untuk pedagang Pasar Baru Gresik. Sekarang hanya 250 dus.
"Bulog yang ditunjuk sebagai distributor pengiriman minyak goreng subsidi minyak kita juga mengurangi jumlah pengiriman ke Pasar tradisional. Berkurang nya sangat signifikan," imbuhnya.
Berharap Kuota Minyak Goreng Ditambah
Edy berharap Bulog segera mengirim kembali kuota minyak goreng subsidi MinyaKita ke pasar tradisional.
"Kita berharap pengiriman minyak goreng subsidi ke pasar tradisional dikirim dengan jumlah yang lebih besar. Agar masyarakat kembali normal," katanya.
Pembeli Berharap Harga Tak Naik
Akibat kenaikan harga minyak goreng subsidi MinyaKita, penjual kerupuk asal Gresik mengaku sangat terdampak akibat minyak goreng subsidi langka dan harga minyak goreng curah langka serta naik.
"Minyak goreng curah dan subsidi mulai sulit didapatkan, bikin harga minyak goreng naik. Sehingga, kita jadi menaikkan harga kerupuk dengan mengurangi isi kerupuk," kata seorang pedagang kerupuk cemilan yang enggan menyebutkan namanya kepada SURYA.co.id, Minggu (5/4/2026).
BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Bimtek Fraksi Partai Golkar DPRD se-Jawa Timur, Legislator Dituntut Adaptif |
|
|---|
| 200 PNS Pemkab Gresik Terima SK Kenaikan Pangkat, Sekda Gresik Washil juga Serahkan SK Pensiun |
|
|---|
| Suluk Sholawat Faya Ayyuharroju Lengkap Teks Arab, Latin dan Artinya |
|
|---|
| Satlinmas di 18 Kelurahan Kota Mojokerto Kantongi SK, Ning Ita: Perkuat Keamanan di Kota Mojokerto |
|
|---|
| Lirik Lagu Allahumma Labbaik Nissa Sabyan yang Viral saat Musim Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gresik-stok-minyak-goreng-langka-dan-harga-naik-tidak-terkontrol.jpg)