Senin, 27 April 2026

Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Pemkot Surabaya Targetkan 3.242 Rutilahu pada 2026

Pemkot Surabaya memastikan siap mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto. 

Surya.co.id/Humas Pemkot Surabaya
TINJAU PERBAIKAN RUMAH - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau proses perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Surabaya, beberapa waktu lalu. Pada 2026, Pemkot menargetkan dapat memperbaiki 3.242 unit rumah. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Surabaya mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
  • Program ini selaras dengan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemkot Surabaya, khususnya pada aspek perbaikan atap.
  • Pemkot Surabaya tekankan pentingnya aspek keselamatan bangunan dalam setiap intervensi perbaikan rumah.

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Pemkot Surabaya memastikan siap mendukung program gentengisasi yang digagas Presiden Prabowo Subianto

Program ini akan selaras dengan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Pemkot Surabaya, khususnya pada aspek perbaikan atap.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, mengatakan bahwa perbaikan atap selama ini menjadi salah satu fokus utama dalam program Rutilahu. 

Karena itu, konsep gentengisasi dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas hunian warga.

“Pemkot Surabaya siap mendukung program gentengisasi Presiden Prabowo. Hal ini sejalan dengan perbaikan atap yang terus kami gagas melalui program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni,” kata Iman.

Data Perbaikan Rutilahu di Surabaya

Total perbaikan Rutilahu yang telah dilakukan Pemkot Surabaya

  • Berdasarkan data DPRKPP, sejak 2019 hingga proyeksi 2026, total perbaikan Rutilahu mencapai 15.296 unit.
  • Rinciannya, 12.228 unit bersumber dari APBD dan 3.068 unit dari non-APBD.
  • Khusus tahun 2025, total penanganan mencapai 2.635 unit, sedangkan proyeksi 2026 ditargetkan 3.242 unit. 

“Tiap tahunnya, target Rutilahu terus meningkat,” tandasnya.

Untuk perbaikan atap, Pemkot sejak lama telah beralih dari penggunaan material lama seperti asbes ke bahan yang lebih aman dan modern. 

Pertimbangkan Kesehatan

Saat ini, atap rumah maupun sejumlah fasilitas milik Pemkot Surabaya sudah menggunakan material UPVC.

Penggunaan bahan selain asbes dalam program Rutilahu juga mempertimbangkan kesehatan. Material PVC dan UPVC dinilai lebih aman serta memiliki keunggulan teknis.

“Bahan ini secara konstruksi aman, ringan, pelaksanaannya cepat, serta bisa meredam panas dan bunyi. Secara tampilan pun lebih modern,” imbuhnya.

Menurut Iman, program gentengisasi ke depan diharap tetap perlu membuka ruang inovasi teknologi, sekaligus mempertimbangkan faktor risiko kebencanaan, karakter wilayah, kecepatan konstruksi, serta potensi pemberdayaan UMKM lokal. Bahan atap modern selain tanah liat layak dipertimbangkan.

“Kami siap mendukung. Kalau arahnya ingin tampilan seng menjadi genteng secara visual, itu bisa diwujudkan dengan material-material terbaru yang teknologinya sudah berkembang,” ujarnya.

Material Atap Lebih Ringan

Ia menambahkan, saat ini tersedia berbagai alternatif material atap yang lebih ringan dan unggul secara teknis, seperti zincalume dengan lapisan proteksi serta peredam panas dan bunyi, UPVC, hingga material transparan seperti solar tuff atau polycarbonate.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved